Penularan ke manusia terjadi lewat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau mengonsumsi makanan terkontaminasi. Penularan dari manusia ke manusia juga mungkin, terutama lewat cairan tubuh dalam kontak erat, seperti di dalam keluarga atau fasilitas kesehatan.
Dari Mana Asalnya?
Virus ini pertama kali teridentifikasi pada 1999, usai wabah ensefalitis misterius melanda peternak babi di Malaysia dan Singapura. Sejak saat itu, Nipah diakui sebagai ancaman serius.
Wabah kemudian berulang kali muncul di Asia Selatan. India timur laut dan beberapa distrik di Bangladesh kerap menjadi lokasi temuan, dengan Bangladesh hampir mengalami wabah tahunan sejak 2001. Sementara di India selatan, Kerala melaporkan kasus pertamanya pada 2018, diikuti sejumlah kasus sporadis setelahnya.
Jangkauan kelelawar pembawanya ternyata luas. Virus Nipah atau antibodinya telah ditemukan pada lebih dari 23 spesies kelelawar di Asia dan Afrika, termasuk Ghana dan Madagaskar. Meski begitu, wabah pada manusia sejauh ini masih terbatas di wilayah pedesaan Asia Selatan dan Tenggara, tempat interaksi manusia, ternak, dan kelelawar sangat intens.
Lalu, Apa Obatnya?
Jawaban singkatnya: belum ada. Sampai sekarang, tidak ada pengobatan spesifik maupun vaksin untuk Nipah. Perawatan yang diberikan semata-mata bersifat suportif, yaitu menangani gejala dan komplikasi yang muncul.
Karena potensinya yang bisa memicu epidemi, WHO memasukkan Nipah dalam daftar prioritas penelitian dan pengembangan. Tanpa vaksin, pencegahan adalah segalanya. Beberapa langkah praktis bisa dilakukan:
- Hindari penularan dari kelelawar: Jangan minum nira kurma mentah. Buah yang tampak tergigit sebaiknya dibuang. Selalu cuci dan kupas buah hingga bersih, dan rebuslah nira sebelum dikonsumsi.
- Hindari penularan dari hewan ternak: Gunakan alat pelindung saat menangani hewan sakit. Minimalkan kontak dengan babi yang terinfeksi, dan pastikan pakan ternak terlindung dari kontaminasi kelelawar.
- Hindari penularan antarmanusia: Kurangi kontak erat tanpa pelindung dengan penderita. Cuci tangan secara rutin, terutama setelah merawat orang sakit.
Kemunculan kembali Nipah di India ini adalah pengingat yang keras. Ancaman penyakit zoonosis itu nyata dan selalu mengintai. Kewaspadaan global, sekali lagi, menjadi kunci untuk mencegah krisis yang lebih besar.
Artikel Terkait
17 Pemenang by.U Berangkat ke Korea Usai Ramai-ramai Nari di KOREA KAJA Vol.2
Ambisi Trump di Greenland: Ancaman Baru bagi Masa Depan Iklim Dunia
Sony LinkBuds Clip Resmi Hadir, Tren Open Ear Kini Makin Nyata
Telkomsel Pamerkan Kiprah Digital Indonesia di Panggung Elite Davos