Awal 2026, Benggala Barat di India kembali diguncang. Lima kasus virus Nipah telah dikonfirmasi, dan yang mengkhawatirkan, di antara para pasien itu ada dokter dan perawat yang ikut tertular. Keadaan ini langsung memicu kewaspadaan tinggi.
Menurut laporan Independent, tak kurang dari seratus orang kini menjalani karantina mandiri di rumah mereka. Para pasien yang sudah terinfeksi dirawat di beberapa rumah sakit di Kolkata dan sekitarnya. Kabarnya, satu orang berada dalam kondisi yang cukup kritis.
Nipah bukanlah virus main-main. Ia dikenal sebagai salah satu yang paling mematikan di dunia. Sampai detik ini, belum ada vaksin atau obat khusus yang bisa mengatasinya. Tak heran jika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkannya dalam kategori patogen berisiko tinggi.
Infeksi pada manusia sebetulnya jarang terjadi. Tapi begitu muncul, seringkali berawal dari kelelawar. Penularannya biasanya melalui buah-buahan yang sudah terkontaminasi air liur atau kotoran hewan tersebut. Lalu, seperti apa sebenarnya virus yang satu ini?
Gejala yang Bisa Muncul
Awalnya, gejala infeksi virus Nipah seringkali ringan dan mirip flu biasa. Inilah yang membuatnya sulit dideteksi sejak dini. Menurut CDC di AS, masa inkubasinya berkisar antara 4 sampai 21 hari, meski dalam beberapa kasus bisa lebih lama lagi.
Pasien biasanya tiba-tiba mengalami demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, dan rasa lelah yang luar biasa. Pada sebagian orang, gejala ini bisa berkembang menjadi batuk, sesak napas, bahkan pneumonia dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Namun, komplikasi paling serius adalah radang otak atau ensefalitis. Gejala neurologis seperti kebingungan, penurunan kesadaran, hingga kejang dan koma bisa muncul beberapa hari setelah gejala awal. Tak jarang, meningitis juga turut menyertai.
Angka kematiannya sungguh mengerikan, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Tergantung dari jenis virus dan situasi wabadhnya.
Bagi yang berhasil selamat, perjuangan belum tentu usai. Badan Keamanan Kesehatan Inggris mencatat, banyak penyintas mengalami gangguan neurologis jangka panjang. Mulai dari kejang berulang sampai perubahan kepribadian. Yang lebih mengkhawatirkan, ensefalitis bisa saja kambuh bertahun-tahun setelah infeksi pertama.
WHO menjelaskan, Nipah adalah patogen zoonosis. Artinya, ia bisa melompat dari hewan ke manusia, dan juga menyebar antar manusia. Reservoir utamanya adalah kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus.
Artikel Terkait
Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Buat Akun Media Sosial Mulai 2026
Serangan Iran Picu Panik, Jet Pribadi di Dubai Diborong dengan Harga Selangit
Temuan di Gua Jerman Ungkap Simbol Komunikasi Manusia Purba 40.000 Tahun Lalu
Cara Nonaktifkan Suara Jepretan Kamera iPhone Sesuai Model