Presiden Prabowo Akui Pernah Menerobos Lampu Merah Saat Muda
Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa dirinya pernah melakukan pelanggaran lalu lintas dengan menerobos lampu merah pada masa mudanya. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Prabowo di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, pada Rabu (29/10).
Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan, "Saya juga waktu muda dulu, kalau lampu merah dan tidak ada polisi, ya saya terobos. Saya mengaku, itu salah dan tidak benar." Pengakuan jujur dari Presiden ini menyoroti kesadaran akan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas.
Sebagai Kepala Negara, Prabowo menyatakan memahami perasaan kesal dan dongkol yang dialami masyarakat ketika terjaring tilang oleh polisi. Namun, ia menegaskan bahwa penertiban di jalan raya merupakan tugas pokok dan tanggung jawab anggota Polri untuk menciptakan keamanan dan ketertiban bagi semua pengguna jalan.
Prabowo juga memberikan komentar terkait strategi penegakan hukum yang dilakukan polisi. "Kadang polisi mengumpat di tempat yang gelap. Kalau kita salah tertangkap, itu berarti kita hanya mau tertib ketika dilihat," ujarnya. Pernyataan ini mengajak masyarakat untuk menaati peraturan karena kesadaran sendiri, bukan hanya karena takut diawasi.
Meski mengkritik, Prabowo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra ini memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kepolisian Indonesia secara keseluruhan. Ia menyebut bahwa performa polisi di Tanah Air saat ini sudah sangat baik. "Alhamdulillah, polisi bekerja dengan benar. Mari kita buka-bukaan," tuturnya.
Presiden mengakui bahwa dalam sebuah lembaga besar seperti Polri, yang memiliki ratusan ribu anggota, mustahil semua personel berperilaku sempurna. Berpengalaman sebagai mantan panglima, Prabowo menyadari bahwa selalu ada kemungkinan terdapat oknum yang tidak disiplin. "Saya tahu, anak buah saya ada yang nakal, ada yang brengsek. Ya, sudah," tambahnya dengan bijak.
Pengakuan dan pernyataan Prabowo ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas dan mendukung kinerja polisi dalam menegakkan hukum di jalan raya.
Artikel Terkait
Calon Jemaah Haji Asal Mamuju Meninggal di RS Wahidin Sesaat Sebelum Diberangkatkan ke Tanah Suci
Mahfud MD Ungkap Sembilan Kultur Buruk di Polri, Kekerasan hingga Korupsi Jadi Sorotan Utama
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis
Mahfud MD Ungkap Sembilan Masalah Kultur Polri, dari Kekerasan hingga Impunitas