Sebelumnya, kelainan warna seperti albinisme atau piebaldisme memang pernah tercatat pada hiu perawat. Tapi kasus di Kosta Rika ini adalah yang pertama kalinya albinisme dan xanthism muncul bersamaan pada satu individu.
Di sisi lain, kondisi serupa sebenarnya bukan hal baru di dunia hewan. Laporan tentang albino-xanthochromism lebih banyak ditemukan pada burung. Namun di laut, ada catatan tentang ikan kerapu di Teluk Meksiko tahun 1978 dan pari tutul di Laut Irlandia pada 2018 yang mengalami hal sama.
Penemuan ini memunculkan banyak pertanyaan bagi tim peneliti yang dipimpin Marioxis Macías-Cuyare.
“Apakah ini kasus terisolasi? Apakah ini menandakan tren genetik baru di populasi regional? Atau terkait kondisi lingkungan tertentu di Karibia utara Kosta Rika?”
Mereka menduga, faktor lingkungan lokal mungkin berperan. Mengingat luasnya lautan dan keterbatasan eksplorasi manusia, bisa jadi kasus semacam ini lebih umum daripada yang selama ini tercatat. Menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dianggap penting untuk memahami bagaimana spesies laut beradaptasi secara genetik terhadap perubahan di habitat mereka.
Namun begitu, satu hal yang pasti: laut masih menyimpan banyak misteri. Dan seekor hiu oranye dari Kosta Rika telah membuktikannya.
Artikel Terkait
OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa
Iran Buka Front Siber, Serangan Psikologis dan Spyware Gantikan Rudal
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI