Hiu Oranye Misterius Tertangkap di Perairan Kosta Rika, Ilmuwan Ungkap Penyebab Genetisnya

- Senin, 05 Januari 2026 | 12:36 WIB
Hiu Oranye Misterius Tertangkap di Perairan Kosta Rika, Ilmuwan Ungkap Penyebab Genetisnya

Di kedalaman laut, hiu dikenal sebagai pemburu yang bergerak senyap. Warna tubuhnya yang gelap dan samar membantu mereka menyergap mangsa. Tapi alam selalu punya kejutan. Di perairan Kosta Rika, seorang pemancing justru menemukan sesuatu yang mencolok: seekor hiu berwarna oranye keemasan terang.

Peristiwa langka ini terjadi pada Agustus 2024. Seekor hiu perawat (Ginglymostoma cirratum) tertangkap oleh pemancing olahraga di lepas pantai Kosta Rika. Bukan warna cokelat kusam atau keabu-abuan yang biasa terlihat. Tubuhnya tampak seperti oranye menyala, dengan mata putih pucat yang nyaris tak punya iris. Sang pemancing, terkejut dengan penampilannya, segera memotret, mengukur, lalu melepaskan si hiu kembali ke laut.

Menurut sejumlah saksi, foto-foto itu kemudian beredar di media sosial. Tak butuh waktu lama bagi para ahli biologi kelautan untuk tertarik dan menyelidiki.

Setelah dianalisis, para ilmuwan menemukan jawabannya. Hiu malang ini ternyata mengalami dua kelainan pigmen sekaligus. Pertama, albinisme, yang menghilangkan pigmen gelap. Kedua, xanthism, yaitu kelebihan pigmen kuning. Gabungan keduanya disebut albino-xanthochromism kondisi genetik yang amat jarang.

“Hiu ini menunjukkan warna kuning-oranye yang kuat dan merata, dengan mata putih tanpa iris yang terlihat,” tulis para peneliti.

Mata putih itulah kuncinya. Itu menjadi petunjuk kuat bahwa ini bukan sekadar xanthism biasa, melainkan kombinasi dengan albinisme.

Yang menarik, kondisi langka ini rupanya tak menghambat hidup si hiu. Dari pengukuran, panjang tubuhnya mencapai dua meter. Itu artinya ia sudah dewasa, butuh lebih dari sepuluh tahun untuk tumbuh sebesar itu. Jadi, meski warnanya mencolok dan bisa jadi kurang ideal untuk berkamuflase, ia ternyata bisa bertahan hidup dengan baik di perairan hangat Karibia.

Sebelumnya, kelainan warna seperti albinisme atau piebaldisme memang pernah tercatat pada hiu perawat. Tapi kasus di Kosta Rika ini adalah yang pertama kalinya albinisme dan xanthism muncul bersamaan pada satu individu.

Di sisi lain, kondisi serupa sebenarnya bukan hal baru di dunia hewan. Laporan tentang albino-xanthochromism lebih banyak ditemukan pada burung. Namun di laut, ada catatan tentang ikan kerapu di Teluk Meksiko tahun 1978 dan pari tutul di Laut Irlandia pada 2018 yang mengalami hal sama.

Penemuan ini memunculkan banyak pertanyaan bagi tim peneliti yang dipimpin Marioxis Macías-Cuyare.

“Apakah ini kasus terisolasi? Apakah ini menandakan tren genetik baru di populasi regional? Atau terkait kondisi lingkungan tertentu di Karibia utara Kosta Rika?”

Mereka menduga, faktor lingkungan lokal mungkin berperan. Mengingat luasnya lautan dan keterbatasan eksplorasi manusia, bisa jadi kasus semacam ini lebih umum daripada yang selama ini tercatat. Menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dianggap penting untuk memahami bagaimana spesies laut beradaptasi secara genetik terhadap perubahan di habitat mereka.

Namun begitu, satu hal yang pasti: laut masih menyimpan banyak misteri. Dan seekor hiu oranye dari Kosta Rika telah membuktikannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar