Ekspedisi yang sama juga mengungkap cacing sisik dengan zirah berkilauan, plus beragam krustasea dan bintang laut yang belum pernah terdokumentasikan. Yang lebih spektakuler lagi, tim berhasil merekam video pertama di dunia bayi cumi-cumi kolosal. Mereka bahkan menjadi yang pertama menyelami ekosistem baru di bawah gunung es raksasa yang baru terlepas dari gletser Antarktika Barat.
Meski ekspedisi lapangan sudah berakhir, pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Analisis data masih berlangsung dan diperkirakan akan memakan waktu lama.
“Laut Selatan masih sangat minim sampel,”
kata Michelle Taylor, Kepala Sains Ocean Census. “Sejauh ini, kami baru menganalisis kurang dari 30 persen sampel yang dikumpulkan. Fakta bahwa kami sudah bisa mengonfirmasi 30 spesies baru menunjukkan betapa besarnya keanekaragaman hayati yang belum terdokumentasikan.”
Memang, petunjuk tentang kekayaan laut yang belum terjamah itu kerap muncul belakangan ini. Hampir tiap kali ilmuwan menyelam ke kedalaman, selalu saja ada makhluk aneh dan unik yang muncul. Dari kepiting berduri yang menyeramkan sampai ikan-ikan lucu yang mirip karakter di game.
Nantinya, seluruh spesies yang dikonfirmasi melalui Ocean Census akan dikurasi dan ditempatkan di platform data terbuka. Tujuannya sederhana: agar bisa diakses oleh siapa saja, peneliti atau masyarakat umum, di seluruh dunia. Laut dalam masih menyimpan banyak cerita, dan kita baru membuka halaman pertamanya.
Artikel Terkait
Apple Siapkan Skenario Suksesi, John Ternus Disebut Calon Pengganti Tim Cook
Indonesia Bergerak dari Soft Love ke Hard Love dalam Aturan Main AI
Jantung Tak Pernah Berbohong: Kenali 8 Sinyal Tubuh Sebelum Henti Jantung Mendadak
Kemkomdigi Selidiki Dugaan Penyalahgunaan AI Grok untuk Konten Asusila