Rosan Roeslani Tegaskan Independensi Danantara Meski Bakal Masuk ke Kepemilikan BEI

- Minggu, 01 Februari 2026 | 21:18 WIB
Rosan Roeslani Tegaskan Independensi Danantara Meski Bakal Masuk ke Kepemilikan BEI

Rosan Roeslani, sang CEO Danantara, meyakinkan publik bahwa lembaga pengelola investasi negara itu bakal tetap independen. Hal ini ia sampaikan menanggapi rencana Danantara menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) nantinya. Soal independensi, kata dia, mutlak dijaga.

Latar belakangnya, status BEI berubah. Bursa ini tak lagi murni dimiliki perusahaan sekuritas anggotanya. Lewat proses demutualisasi, BEI bertransformasi jadi entitas perusahaan yang kepemilikannya bisa lebih terbuka termasuk untuk pihak seperti Danantara.

“Tentunya kita tetap akan independen,” tegas Rosan di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2).

Ia melanjutkan, “Dalam perlu evaluasi, dan kalau memang dari segi pricing-nya ini bagus yah tentunya Danantara untuk masuk ke pasar modal.”

Menurut Rosan, ruang gerak Danantara sebenarnya cukup luas. Mereka punya kebijakan untuk berinvestasi di berbagai kelas aset, termasuk di pasar modal. “Kan ada Danantara, kita memang boleh berinvestasi secara langsung dan tidak langsung, baik sesuai dengan policy kebijakan kita di all different classes of asset, public,” jelasnya.

Di sisi lain, kekhawatiran soal konflik kepentingan juga dijawab oleh Pandu Sjahrir, CIO Danantara. Ia memastikan hal itu tak akan terjadi.

“Tentu (independensi terjaga) karena kan regulator regulate,” ujar Pandu.

Ia memaparkan, peran Danantara sebagai pemegang saham nantinya lebih fokus pada pengembangan perusahaan dan mencari keuntungan. Soal aturan main di pasar modal, itu sepenuhnya wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Danantara, tegasnya, tak akan ikut campur.

Lalu, adakah batasan kepemilikan saham untuk sebuah sovereign wealth fund seperti Danantara? Pandu menyebut tidak ada aturan baku. Tapi, biasanya ada kisaran tertentu yang jadi acuan di pasar.

“Nggak ada (batasan) tapi biasanya di market itu kan untuk sovereign wealth fund, itu ada range,” tuturnya.

“Bergantung, setiap ini udah beda-beda. Karena demutualisasi di pasar modal-pasar modal lain udah cukup berlangsung cukup lama. Biasanya tuh mulainya 20 persen, 25 persen,” pungkas Pandu menerangkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler