Rosan Roeslani, sang CEO Danantara, meyakinkan publik bahwa lembaga pengelola investasi negara itu bakal tetap independen. Hal ini ia sampaikan menanggapi rencana Danantara menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) nantinya. Soal independensi, kata dia, mutlak dijaga.
Latar belakangnya, status BEI berubah. Bursa ini tak lagi murni dimiliki perusahaan sekuritas anggotanya. Lewat proses demutualisasi, BEI bertransformasi jadi entitas perusahaan yang kepemilikannya bisa lebih terbuka termasuk untuk pihak seperti Danantara.
“Tentunya kita tetap akan independen,” tegas Rosan di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2).
Ia melanjutkan, “Dalam perlu evaluasi, dan kalau memang dari segi pricing-nya ini bagus yah tentunya Danantara untuk masuk ke pasar modal.”
Menurut Rosan, ruang gerak Danantara sebenarnya cukup luas. Mereka punya kebijakan untuk berinvestasi di berbagai kelas aset, termasuk di pasar modal. “Kan ada Danantara, kita memang boleh berinvestasi secara langsung dan tidak langsung, baik sesuai dengan policy kebijakan kita di all different classes of asset, public,” jelasnya.
Di sisi lain, kekhawatiran soal konflik kepentingan juga dijawab oleh Pandu Sjahrir, CIO Danantara. Ia memastikan hal itu tak akan terjadi.
Artikel Terkait
Dari Konter Ponsel ke Rantai Bisnis: Kisah Abdurrohim Membangun 7 Titik Usaha Berawal dari BRILink
Danantara Buka Pintu untuk Dana Negara Lain Masuk ke BEI
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di Bawah 5% untuk Tarik Investor Global
Edupreneurship: Senjata Ampuh Lulusan Pendidikan Hadapi Badai Krisis 2026