Dua Nyawa Melayang Akibat Ledakan Tabung Gas di Palembang
Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Jalan Ratu Sianum, Palembang, Sabtu (31/1) lalu. Sebuah ledakan keras mengguncang tempat itu, berawal dari dapur. Tabung gas 12 kilogram meledak. Akibatnya, dua perempuan, Dewi Rohayati (33) dan Murni (40), meninggal dunia.
Menurut sejumlah saksi, saat kejadian mereka sedang sibuk memasak bersama warga lain. Kegiatan itu adalah persiapan sedekah untuk menyambut bulan Ramadhan. Suasana yang seharusnya penuh sukacita berubah jadi tragedi dalam sekejap.
Kapolsek Ilir Timur II Palembang, Kompol M Ismail, memberikan konfirmasi pada Minggu (1/2). "Kedua korban sempat dirawat di RS Pelabuhan Palembang," ujarnya.
Namun begitu, kondisi mereka tak kunjung membaik. "Luka bakar yang diderita mencapai sekitar 80 persen. Mereka akhirnya tidak tertolong," jelas Ismail dengan nada berat.
Dari penyelidikan sementara, polisi menduga kuat penyebabnya adalah kebocoran pada tabung gas itu. Gas yang bocor kemudian terkumpul dan terpicu oleh sesuatu mungkin percikan api kompor atau sumber panas lain. Ledakannya dahsyat. Api langsung menjalar dan membakar area dapur.
Korban tidak hanya dua orang yang tewas. Tercatat sembilan orang lainnya juga mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya menderita luka bakar cukup serius.
"Selain korban meninggal, korban lainnya masih menjalani perawatan," tambah Kapolsek Ismail.
Peristiwa memilukan ini jadi pengingat yang keras bagi kita semua. Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada. Periksa kondisi tabung dan regulator gas secara rutin. Terutama saat digunakan untuk memasak dalam porsi besar, seperti untuk hajatan atau acara bersama. Kecerobohan kecil bisa berakibat fatal.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu