BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Ekstrem 1-7 November 2025, Ini Daftar Wilayahnya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, meminta masyarakat siaga menghadapi curah hujan lebat hingga ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah dalam periode 1 hingga 7 November 2025.
Wilayah Siaga Hujan Lebat hingga Ekstrem
Beberapa wilayah diminta untuk berada dalam level siaga karena berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat, sangat lebat, bahkan ekstrem. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Papua
Potensi hujan ekstrem ini juga dapat meluas ke daerah Maluku Utara dan sebagian wilayah Sulawesi.
Peringatan Dini Hujan Sedang-Lebat Hampir di Seluruh Indonesia
Berdasarkan analisis peringatan dini BMKG, hampir seluruh wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan. Wilayah yang perlu waspada mencakup:
- Aceh
- Sumatera Selatan (Sumsel)
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Seluruh Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
- Kalimantan
- Sulawesi
- Maluku
- Papua
BMKG menekankan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini berpeluang untuk meningkat menjadi sangat lebat atau ekstrem.
Puncak Musim Hujan dan Potensi Peningkatan Curah Hujan
Dwikorita juga mengingatkan bahwa Indonesia telah memasuki periode puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung dari awal November 2025 hingga Februari 2026. Pada masa peralihan musim kemarau ke hujan sebelumnya, tercatat kejadian hujan ekstrem di Bali dengan intensitas harian mencapai 385 milimeter.
Dengan dimulainya musim hujan, potensi terjadinya cuaca ekstrem diperkirakan akan semakin meningkat dan tidak terbatas pada wilayah Bali saja, melainkan juga di berbagai daerah yang telah disebutkan.
Masyarakat dihimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan bersiap-siap menghadapi kemungkinan banjir, tanah longsor, serta dampak lain dari hujan lebat.
Artikel Terkait
AS Yakinkan Mitra Dagang Soal Keberlanjutan Kesepakatan Meski Tarif Baru Berlaku
Defisit APBN Januari 2026 Capai Rp54,6 Triliun, Menkeu: Masih Terkendali
Ekonom INDEF Soroti Potensi Kerugian Rp 4 Triliun dan Waktu Balik Modal Proyek Whoosh Capai 100 Tahun
Menkeu Purbaya Sindir Viral Alumni LPDP: 20 Tahun Lagi Akan Nyese!