Keracunan MBG di Gunungkidul: Bupati Prihatin dan Gelar Evaluasi Menyeluruh

- Minggu, 02 November 2025 | 08:20 WIB
Keracunan MBG di Gunungkidul: Bupati Prihatin dan Gelar Evaluasi Menyeluruh

Bupati Gunungkidul Prihatin Kasus Keracunan MBG, Evaluasi Menyeluruh Digelar

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kapanewon Saptosari.

Rapat Evaluasi Digelar

Dalam rapat koordinasi tindak lanjut, Bupati Endah menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Penyebab dan Solusi Keracunan Massal

Bupati menjelaskan bahwa penyelenggaraan makan secara massal memiliki risiko tinggi terhadap penyimpangan kualitas gizi jika tidak disertai kontrol ketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga tahap penyajian.

"Kebersihan, sanitasi, dan pengawasan mutu gizi harus diterapkan dengan baik. Jangan sampai terjadi lagi keracunan massal akibat lemahnya pengawasan pada tahap awal penyiapan makanan," tegas Endah.

Kendala Koordinasi Terungkap

Dandim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Roni Hermawan mengungkapkan kendala koordinasi antara Satuan Pendidikan dan pihak kapanewon. Menurutnya, kurangnya komunikasi sebelumnya menyebabkan kebingungan dalam penanganan awal kasus keracunan ini.

Korban Keracunan MBG

Sebelumnya dilaporkan 695 siswa di Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul mengalami gejala pusing, mual, dan diare setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/10).

Rapat koordinasi ini dihadiri jajaran forkopimda, pejabat OPD, serta Satgas MBG untuk memastikan peningkatan pengawasan program makanan bergizi di masa mendatang.

Komentar