JAKARTA – Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menggulirkan program sekolah rakyat bukannya tanpa alasan. Aris Marsudiyanto, sang Kepala Bappisus, mencoba mengungkap latar belakangnya. Intinya, program pendidikan berasrama gratis ini memang sengaja dibentuk untuk anak-anak dari keluarga paling miskin. Tujuannya jelas: memutus mata rantai kemiskinan yang sudah turun-temurun.
Menurut Aris, semua berawal dari prinsip sederhana Prabowo. “Beliau punya prinsip, bagaimana caranya bikin masyarakat miskin itu bisa selalu tersenyum,” ujarnya. Tapi, mengakui Aris, mewujudkannya jauh dari mudah.
“Beliau kadang-kadang kan melihat orang susah begitu kan cerita,” kata Aris dalam sebuah Dialog Spesial, Selasa lalu. “Gimana ya orang bisa hidup di rumah kayak begitu. Anaknya hidup di kayak begitu, tempat tidurnya begitu.”
Dari keprihatinan itulah, sejumlah program yang menyasar langsung warga kurang mampu akhirnya dicetuskan. Sekolah rakyat adalah salah satu yang utama. Lewat program ini, keluarga yang serba kekurangan bisa menyekolahkan anaknya tanpa harus memikirkan biaya. Tidak sepeser pun.
“Nah, makanya program-program beliau tidak hanya MBG ya, ada sekolah rakyat,” tegas Aris. “Gimana orang yang enggak punya penghasilan, orang miskin semiskin apa pun, sekolah rakyat boarding school sudah. Jadi sekarang orang miskin enggak usah khawatir sekolahin anaknya tanpa keluar biaya.”
Artikel Terkait
Arab Saudi Tegaskan Keamanan Domestik Kondusif, Indonesia Siapkan Skenario Cadangan untuk Haji
Pemerintah Bahas Penyesuaian Kebijakan Energi dan Stimulus Ekonomi
Bus Mogok Picu Kemacetan 9,7 Km di Arus Balik Lingkar Gentong
One Way Nasional Diperpanjang Lagi hingga KM 459 Tol Semarang-Solo