Malam itu, di penghujung libur Lebaran 2026, jalanan menuju Lingkar Gentong lebih mirip tempat parkir panjang. Arus balik memuncak, dan kemacetan mencekik ruas jalan sepanjang hampir 10 kilometer itu. Dari Pos Lantas Panyusuhan di Ciawi, antrean kendaraan sudah mengular jauh, merayap pelan hingga ke Simpang Sukamantri.
Lajur kendaraan tersendat parah. Setelah Alun-alun Ciawi, kendaraan cuma bisa lewat satu jalur. Situasi makin runyam begitu sampai di Simpang Pamoyanan. Di titik ini, jalan menyempit jadi "bottleneck", ditambah lagi dengan riuhnya arus dari persimpangan. Kendaraan roda empat dan bus terlihat paling menderita, nyaris tak bergerak.
Memasuki kawasan Lingkar Gentong bawah, suasana tambah suram. Kendaraan cuma bisa melangkah sesekali, lebih banyak diam. Puncak penderitaan ada di tanjakan Lingkar Gentong. Banyak mobil dan bus kesulitan menanjak, mesin menggerung, hingga akhirnya mematikan total arus lalu lintas di belakangnya.
Kemacetan merambat terus ke arah Simpang Wage dan Letter U Gentong. Ternyata, sumber masalahnya adalah sebuah bus yang mogok dan memblokir jalur. Bus itu mengangkut penumpang arus balik, dan sudah berjam-jam teronggok di tempat.
"Sudah berjam-jam mogok ini bus. Kami awalnya mau one way jadi di-pending karena bus mogok,"
kata Aiptu Dartono, petugas Satlantas yang sibuk mengurai kemacetan di lokasi kejadian, Selasa (24/3) petang.
Kalau dihitung-hitung, total kemacetan ini membentang sekitar 9,7 kilometer. Bayangkan, dari Pos Lantas Panyusuhan sampai Letter U Gentong, kendaraan merayap atau bahkan terpaku di tempat.
Menanggapi situasi ini, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKPB Andi Purwanto, memperkirakan kepadatan di Lingkar Gentong masih akan berlanjut hingga 29 Maret 2026. Meski begitu, macetnya diprediksi tak akan terus-menerus, melainkan situasional. Puncak arus balik sendiri, menurutnya, memang terjadi pada H 2 hingga H 3 liburan, seiring dengan liburnya para ASN.
Namun begitu, pihaknya belum bisa lengah. Andi juga mengingatkan potensi lonjakan kendaraan lain di akhir pekan mendatang, seiring masuknya jadwal libur sekolah.
"Kami juga mengantisipasi terkait liburan masuk sekolah di Jumat, Sabtu, Minggu, tentunya akan ada lagi apa kendaraan-kendaraan yang pulang ke Bandung, khususnya ke Jakarta," ujar Andi.
Jadi, buat yang masih di perjalanan, bersabarlah. Situasi di jalan ternyata masih akan berlanjut beberapa hari ke depan.
Artikel Terkait
Tim Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Ajukan Sengketa ke KIP Soal 709 Dokumen Sitaan Polda Metro Jaya
Jakarta Gelar Car Free Day di Rasuna Said Minggu Ini, Dishub Siapkan 3.687 Ruang Parkir
Pemilahan Sampah di Jakarta Resmi Dimulai 10 Mei 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Residu Mulai Agustus
Trump Sebut Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan, Ogah Nonton