Rabu, 25 Februari 2026. Bagi warga Surabaya yang menjalankan ibadah puasa, hari ini adalah hari ketujuh di bulan Ramadhan 1447 Hijriyah. Seperti biasa, mengetahui batas waktu sahur atau imsak jadi hal yang krusial sebelum menahan haus dan lapar seharian.
Nah, untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya, waktu imsak hari ini jatuh pada pukul 04.08 WIB. Hanya berselang sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 04.18 WIB, azan Subuh akan berkumandang. Sementara itu, waktu berbuka puasa atau Magrib datang lebih awal, yakni pukul 17.53 WIB.
Patokan waktu-waktu ini bukan sekadar angka. Dasarnya jelas, berasal dari firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 187. Ayat itu menyebutkan, "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." Intinya, kita boleh makan dan minum sampai fajar menyingsing, yang ditandai dengan masuknya waktu Subuh. Waktu imsak sendiri biasanya ditetapkan beberapa menit sebelum Subuh, sebagai bentuk kehati-hatian.
Soal niat puasa, ini juga penting dibahas. Menurut ulama mazhab Asy-Syafi'iyah, niat adalah rukun puasa. Sementara di kalangan Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanabilah, niat dianggap sebagai syarat sahnya ibadah puasa. Perbedaan ini kerap jadi perbincangan, tapi ada satu titik temu yang disepakati.
Niat itu tempatnya di hati. Melafalkannya dengan lisan itu baik, tapi yang paling utama adalah kesungguhan di dalam dada. Jadi, meski hanya diucapkan dalam hati, niat seseorang sudah dianggap sah.
Bacaan niatnya seperti ini:
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
"Nawaitu shouma ghodin 'an adaain fardhi syahri romadhoona haadzihissanati lillahi ta'aala."
Artinya, "Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT."
Jadi, itulah panduan singkat untuk hari ini. Semoga dengan mengetahui jadwal imsakiyah Surabaya dan menyempurnakan niat, puasa kita bisa berjalan lebih khusyuk dan lancar. Selamat menunaikan ibadah.
Artikel Terkait
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok
MUI: Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Tidak Melanggar Syariat Islam