Polres Kuantan Singingi kembali bergerak. Kali ini, tiga rakit penambangan emas ilegal di Kecamatan Kuantan Tengah habis dilalap api. Aksi tegas ini jadi bukti komitmen mereka memberantas praktik PETI yang merusak lingkungan.
Operasi ini sendiri berawal dari laporan warga. Ada informasi yang mengalir soal aktivitas mencurigakan di kawasan Simpang Tiga, yang berbatasan langsung dengan Desa Pulau Godang Kari.
Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Permana, menjelaskan kronologinya.
"Tim kita, dipimpin Kanit Resmob Ipda Lukman, langsung bergerak ke lokasi pada Selasa siang," ujarnya.
Sayangnya, saat tiba di tepian sungai, pelaku sudah kabur entah ke mana. Yang tersisa hanyalah tiga unit rakit PETI dalam kondisi sepi, tak berpenghuni.
Karena tak menemukan siapapun, petugas pun memutuskan untuk memusnahkan barang bukti itu di tempat. Rakit-rakit itu dirusak, lalu dibakar sampai tak bersisa. Asap hitam mengepul, menandai berakhirnya operasi ilegal di spot itu.
Namun begitu, ini bukan akhir dari pengawasan. Kapolres menegaskan bahwa penegakan hukum akan terus berjalan tanpa henti. Patroli dan pengawasan intensif akan digelar untuk mencegah aktivitas serupa muncul kembali.
"Kami punya komitmen kuat untuk menjaga kelestarian alam dan ketertiban di Kuansing. Untuk itu, kami juga butuh bantuan masyarakat," tegas Hidayat Permana.
Ia mengimbau siapapun yang melihat atau mengetahui adanya praktik PETI untuk segera melapor. Layanan call center 110 selalu siap menerima informasi dari publik.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk tidak tergiur melakukan penambangan liar. Selain jelas melanggar hukum, aksi itu merusak lingkungan secara masif dan berdampak panjang. Imbauan ini sejalan dengan semangat Green Policing yang diusung Polda Riau, sebuah upaya menjaga alam tetap hijau.
Artikel Terkait
Imigrasi Amankan 210 WNA di Batam Terkait Dugaan Penipuan Investasi Online
Wall Street Cetak Rekor Baru, Didorong Saham Chip dan Data Tenaga Kerja AS yang Kuat
Guru Mengaji di Surabaya Diciduk Polisi, Cabuli Tujuh Santri Laki-Laki
Presiden Prabowo Pakai Maung Garuda Buatan Pindad sebagai Mobil Dinas di KTT ASEAN ke-48 di Filipina