Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi, Balas Tudingan Ijazah Palsu

- Jumat, 09 Januari 2026 | 11:50 WIB
Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi, Balas Tudingan Ijazah Palsu

Roy Suryo tampak geram. Kamis lalu, pakar telematika yang juga mantan Menpora itu bersama beberapa rekannya mendatangi Polda Metro Jaya. Tujuannya jelas: melaporkan tujuh orang pendukung Jokowi atas dugaan pencemaran nama baik. Polemik soal ijazah Presiden Jokowi rupanya berbalik menyeretnya, dan Roy tak tinggal diam.

Ketujuh orang yang dilaporkannya itu hanya disebutkan inisialnya: A, B, D, F, L, U, dan V. Ini adalah responsnya terhadap serangkaian tudingan yang menurutnya telah merusak reputasi pribadi dan profesionalnya di mata publik. Serangan yang datang, katanya, cukup serius.

"Dengan enaknya para pendukung Jokowi membalik dan mengatakan ijazah saya palsu," ujar Roy, suaranya terdengar kesal.

"Ada yang mengatakan ijazah S1 saya palsu lalu ada yang mengatakan ijazah S2 saya juga palsu."

Menurutnya, semua tuduhan itu ngawur dan bisa dibuktikan keabsahannya. Untuk membantah isu pemalsuan ijazah yang ia sebut sebagai klaster pertama Roy pun menunjukkan dokumen akademiknya lengkap, dari S1 sampai S3.

"Saat studi S3 saya memutuskan mundur dari Partai (Demokrat) dan alhamdulillah empat tahun saya lulus bisa diuji," tukasnya sambil menyebut pengorbanannya dulu.

Namun begitu, masalahnya tak cuma satu. Ada klaster kedua yang juga membuatnya jengkel: yaitu isu keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek Hambalang yang mangkrak di era SBY itu. Proyek yang menyeret nama-nama besar seperti Angelina Sondakh dan Anas Urbaningrum.

Roy membantah keras. "Saya justru mengundurkan diri karena mau sekolah itu tadi," jelasnya, sembari menyebut dirinya pernah dapat penghargaan sebagai kader terbaik Partai Demokrat. Ia menilai semua ini adalah fitnah yang sengaja disebar untuk menjatuhkannya. Makanya, ia ambil jalur hukum.

"Siap-siap saja berbaju tahanan tidak perlu seperti cacing kepanasan," pungkasnya dengan nada mengancam.


Halaman:

Komentar