Bupati Gunungkidul Prihatin Kasus Keracunan MBG, Evaluasi Menyeluruh Digelar
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kapanewon Saptosari.
Rapat Evaluasi Digelar
Dalam rapat koordinasi tindak lanjut, Bupati Endah menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Penyebab dan Solusi Keracunan Massal
Bupati menjelaskan bahwa penyelenggaraan makan secara massal memiliki risiko tinggi terhadap penyimpangan kualitas gizi jika tidak disertai kontrol ketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga tahap penyajian.
"Kebersihan, sanitasi, dan pengawasan mutu gizi harus diterapkan dengan baik. Jangan sampai terjadi lagi keracunan massal akibat lemahnya pengawasan pada tahap awal penyiapan makanan," tegas Endah.
Kendala Koordinasi Terungkap
Dandim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Roni Hermawan mengungkapkan kendala koordinasi antara Satuan Pendidikan dan pihak kapanewon. Menurutnya, kurangnya komunikasi sebelumnya menyebabkan kebingungan dalam penanganan awal kasus keracunan ini.
Korban Keracunan MBG
Sebelumnya dilaporkan 695 siswa di Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul mengalami gejala pusing, mual, dan diare setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/10).
Rapat koordinasi ini dihadiri jajaran forkopimda, pejabat OPD, serta Satgas MBG untuk memastikan peningkatan pengawasan program makanan bergizi di masa mendatang.
Artikel Terkait
Anggota DPR Dorong Satgas Saber Pangan Optimalkan Pengawasan Harga Jelang Ramadan 2026
Kadin Siapkan Strategi Jitu Tarik Investor Global Jelang Pertemuan ABAC 2026
KEK MNC Lido City Perbaiki Fasilitas Delapan Masjid Jelang Ramadan
KPK Tetapkan 6 Tersangka, Termasuk Pejabat Eselon DJBC, dalam Kasus Suap Impor