Ekonomi Jerman 2025 Stagnan di Kuartal III, Tapi Berhasil Hindari Resesi Teknis

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 13:15 WIB
Ekonomi Jerman 2025 Stagnan di Kuartal III, Tapi Berhasil Hindari Resesi Teknis

Ekonomi Jerman Stagnan di Kuartal III 2025, Berhasil Hindari Resesi

Perekonomian Jerman menunjukkan stagnasi pada kuartal III tahun 2025, namun berhasil menghindari jurang resesi teknis. Kondisi ini terjadi di tengah beban ekspor yang melemah akibat perang dagang global yang sedang berlangsung.

Lembaga Statistik Jerman Konfirmasi Penurunan Ekspor

Badan statistik Jerman, Destatis, menyatakan bahwa ekspor utama Jerman mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Pernyataan ini mengonfirmasi tekanan yang dihadapi oleh mesin ekspor negara tersebut.

Jerman Keluar dari Bayang-Bayang Resesi Teknis

Stagnasi kuartal III ini menjadi kabar baik setelah Jerman mencatatkan kontraksi ekonomi sebesar 0,2 persen pada kuartal II 2025. Resesi teknis, yang didefinisikan sebagai kontraksi selama dua kuartal berturut-turut, akhirnya dapat dihindari.

Inflasi Jerman Turun, Tapi Lebih Lambat dari Perkiraan

Sementara itu, inflasi tahunan Jerman berhasil turun menjadi 2,3 persen dari posisi 2,4 persen pada September 2025. Meski turun, laju penurunan inflasi tahunan ini ternyata lebih lambat dari yang telah diantisipasi sebelumnya.

Perekonomian Terbesar Eropa yang Terus Berjuang

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, Jerman justru mengalami perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Ekonomi Jerman bahkan tercatat menyusut pada tahun 2023 dan 2024, dipukul oleh tiga faktor utama: lesunya sektor manufaktur, melonjaknya biaya energi, dan melemahnya permintaan ekspor global.

Kebijakan Tarif Donald Trump Tambah Daftar Tantangan

Langkah kebijakan tarif yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menambah daftar tantangan yang harus dihadapi Jerman. AS merupakan pasar ekspor utama bagi berbagai produk andalan Jerman, mulai dari mobil, produk farmasi, hingga peralatan industri.

Sempat ada angin segar di awal tahun ketika perusahaan-perusahaan AS bergegas menimbun stok barang sebelum kebijakan tarif Trump berlaku, yang sempat mendongkrak pertumbuhan. Sayangnya, momentum positif tersebut tidak berlanjut dan akhirnya berbalik arah.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar