Ribuan Buruh Mulai Berdatangan di Depan Kemnaker, Lalu Lintas Gatot Subroto Tersendat

- Kamis, 07 Mei 2026 | 11:35 WIB
Ribuan Buruh Mulai Berdatangan di Depan Kemnaker, Lalu Lintas Gatot Subroto Tersendat

Ribuan buruh mulai berdatangan dan bersiap menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/5/2026) pagi. Berdasarkan pantauan di lokasi, massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh itu belum memulai aksi mereka. Mereka masih terlihat melakukan persiapan dan menunggu kedatangan peserta lainnya hingga jumlahnya semakin ramai.

Di pelataran dekat pagar gedung Kemnaker, satu mobil komando telah terparkir. Sejumlah spanduk dan bendera yang bertuliskan nama organisasi serta poin-poin tuntutan sudah dibawa oleh para peserta aksi. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda dimulainya orasi atau tindakan lain dari massa yang terus berdatangan.

Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto mulai terpengaruh oleh kegiatan tersebut. Dari arah Kuningan menuju Cawang, kendaraan terpantau padat namun masih dapat melaju dengan kecepatan berkisar 15 hingga 20 kilometer per jam. Di sisi lain, kondisi berbeda terjadi pada jalur sebaliknya. Arus lalu lintas dari arah Cawang menuju Kuningan tampak macet, khususnya bagi kendaraan yang hendak mengarah ke Jalan Kapten Tendean.

Petugas kepolisian tampak berjaga di sekitar gedung Kemnaker untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Kehadiran aparat bertujuan untuk mengantisipasi potensi kemacetan yang lebih parah serta menjaga ketertiban selama berlangsungnya aksi penyampaian pendapat.

Berdasarkan informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, unjuk rasa dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB. Pihak kepolisian memperkirakan akan terjadi peningkatan kepadatan dan perlambatan perjalanan di sekitar lokasi. Pengendara yang melintas di kawasan tersebut diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar