Indonesia Dapat Hibah Kapal Induk Italia untuk Penanggulangan Bencana

- Rabu, 25 Februari 2026 | 21:35 WIB
Indonesia Dapat Hibah Kapal Induk Italia untuk Penanggulangan Bencana

Indonesia bakal dapat kapal induk dari Italia. Kabar ini datang langsung dari Kementerian Pertahanan, yang menyebutkan bahwa kapal bernama Giuseppe Garibaldi itu statusnya hibah dari pemerintah Italia. Jadi, nanti fungsinya bakal difokuskan buat urusan penanganan bencana.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Karo Infohan Setjen Kemhan, yang menjelaskan soal ini ke awak media di Jakarta Pusat, Rabu lalu. Menurutnya, proses pengiriman Garibaldi masih berjalan.

"Garibaldi masih dalam proses pengiriman. Perbedaannya adalah Garibaldi ini adalah hibah," ujar Rico.

Dia melanjutkan, ini murni hubungan antar pemerintah, atau G to G, antara Indonesia dan Italia. "Itu yang kemudian melihat bahwa Garibaldi ini bisa diberikan kepada pemerintahan RI," jelasnya.

Namun begitu, dapat kapal induk bukan berarti langsung siap pakai begitu saja. Rico mengakui akan ada pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan yang perlu dilakukan istilah kerennya retrofit. Soalnya, kapal ini rencananya memang disiapkan untuk operasi militer selain perang, terutama untuk urusan kemanusiaan.

"Karena kapal ini rencananya nanti akan digunakan untuk operasi militer selain perang, khususnya penanggulangan bencana," tuturnya.

Dia lalu merinci salah satu keunggulannya: dek helikopter yang luas. "Karena dia ada helideck-nya ya, bisa menampung sampai dengan enam heli bahkan lebih di atas deck-nya itu," imbuh Rico.

Harapannya jelas. Dengan kemampuan itu, penanganan bencana di daerah-daerah terpencil atau yang aksesnya sulit bisa lebih cepat dan mudah. Rico pun menegaskan kembali tujuan utama kehadiran kapal induk ini.

"Tidak ada niatan dari bangsa kita, bangsa Indonesia, dengan memiliki kapal induk seperti ini bersifat agresif, itu tidak ada. Jadi tidak ada sifat invasif," tegasnya.

Pesan itu diulanginya untuk ditekankan. "Sekali lagi, ini akan digunakan untuk bantuan-bantuan kemanusiaan, operasional atau operasi militer selain perang."

Jadi, intinya jangan dibayangkan untuk perang. Kapal ini nantinya murni jadi alat bantu untuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar