Pemerintah Kota Jakarta Timur meresmikan arena tinju dan papan luncur di kolong flyover Pasar Rebo, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, sebagai upaya mengalihkan energi remaja dari aksi tawuran menuju kegiatan olahraga yang positif. Fasilitas ini dibangun untuk menyediakan ruang publik yang aman dan produktif bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyatakan bahwa kawasan tersebut akan dilengkapi dengan arena tinju yang dirancang khusus untuk anak-anak dan remaja. “Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi arena tinju yang diharapkan menjadi tempat bagi anak-anak dan remaja menyalurkan bakat sekaligus energi mereka ke arah positif dibandingkan tawuran,” ujarnya, Kamis (7/5/2026). Menurutnya, kehadiran sasana ini menjadi bagian dari strategi pencegahan kenakalan remaja yang selama ini kerap terjadi di lingkungan padat penduduk.
Selain ring tinju, pemerintah setempat juga membangun arena papan luncur atau skateboard di bawah struktur flyover yang sama. Kedua sarana ini direncanakan akan diresmikan pada 12 Mei mendatang dan diharapkan mampu menjadi magnet bagi remaja untuk beraktivitas fisik ketimbang terlibat dalam perkelahian jalanan.
Sementara itu, Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menjelaskan bahwa penataan kawasan kolong flyover merupakan arahan langsung dari Wali Kota Jakarta Timur. Tujuannya tidak hanya untuk menyediakan fasilitas olahraga, tetapi juga merapikan area yang sebelumnya kurang terawat. “Pertama, Pak Wali Kota meminta kepada kita untuk melakukan kegiatan merapikan kawasan sekitar kolong flyover Pasar Rebo ini yang masuk wilayah Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas,” kata Ritonga.
Ia menambahkan bahwa ring tinju tersebut rencananya akan diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta. “Ada kegiatan tinju, ring tinju, yang nanti harapannya akan diresmikan langsung oleh Pak Gubernur. Kita tentu ingin menyambut kehadiran beliau dengan kondisi wilayah yang lebih rapi dan pantas,” ujarnya. Dengan adanya fasilitas ini, pemerintah berharap angka tawuran di kalangan remaja dapat ditekan secara signifikan melalui pendekatan pembinaan dan penyediaan ruang publik yang inklusif.
Artikel Terkait
Ular Sanca Batik 4 Meter Dievakuasi dari Rumah Warga Kalideres
Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 Rampungkan Seleksi 15 Kandidat Terbaik dari Lima Kategori
Kejari Simeulue Geledah RSUD Simeulue Terkait Dugaan Korupsi Proyek Gedung Neurologi dan Fisioterapi
AHY Temukan Kondisi Kritis Kali Ciliwung: Tumpukan Sampah Sepanjang 5 Km Ancam Sistem Pengendalian Banjir