Nama merek sepatu lokal asal Surabaya, Stradenine, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah polemik pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar mencuat ke permukaan. Brand tersebut dikaitkan dengan dugaan harga satuan sepatu yang mencapai Rp700 ribu per pasang, sebuah angka yang langsung memicu reaksi publik dan perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, di balik riuhnya spekulasi, pihak Stradenine dengan tegas membantah keterlibatan mereka dalam proyek pengadaan tersebut.
Pemilik Stradenine, Reynaldi Daus, mengaku terkejut ketika nama mereknya tiba-tiba menjadi sorotan dan disebut-sebut dalam perbincangan mengenai anggaran fantastis itu. Ia langsung angkat bicara untuk meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di ruang digital.
“Kita sebagai brand klarifikasi kalau itu enggak ada hubungannya beli ke kita langsung. Kita tidak pernah terlibat, mengetahui, atau menerima pesanan secara langsung dalam pengadaan tersebut,” ujar Reynaldi, Selasa (5/5/2026).
Menurut penjelasannya, polemik ini bermula dari sebuah foto lama yang diambil pada tahun 2025 dan kembali beredar luas di platform Threads. Dalam foto tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf terlihat memakaikan sepatu merek Stradenine kepada siswa Sekolah Rakyat dalam sebuah acara seremonial. Foto itu kemudian dikaitkan dengan isu pengadaan sepatu Rp700 ribu per pasang yang tengah menjadi perdebatan publik, sehingga warganet berasumsi bahwa sepatu yang digunakan merupakan bagian dari proyek pemerintah.
Reynaldi menegaskan bahwa harga sepatu dalam foto tersebut jauh dari angka yang ramai diperbincangkan. “Padahal sepatu yang di foto tersebut harganya Rp179 ribu, namun disangka Rp700 ribu. Kami ter-framing seolah brand tidak jelas yang digunakan untuk pengadaan pemerintah. Makanya kami kaget,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa selama ini Stradenine tidak pernah menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maupun pihak Sekolah Rakyat terkait pengadaan sepatu. Menurut Reynaldi, viralnya isu ini turut berdampak pada citra brand yang selama ini dibangun sebagai produk lokal dengan harga terjangkau.
Di tengah ramainya polemik anggaran pengadaan, Stradenine justru ikut menjadi sasaran spekulasi publik di media sosial. Fenomena yang sebenarnya cukup khas era digital: foto lama muncul lagi, netizen menyusun teori, lalu satu brand mendadak harus melakukan konferensi pers mini demi menjelaskan bahwa mereka bahkan tidak ikut serta dalam proyek tersebut.
Sementara itu, KPK mengingatkan bahwa sektor pengadaan barang dan jasa masih menjadi salah satu area paling rawan praktik korupsi. Dugaan markup harga dalam proyek pemerintah disebut harus dikawal secara transparan agar tidak menimbulkan kerugian negara maupun kegaduhan di tengah masyarakat.
Artikel Terkait
Pemkot Jakarta Timur Resmikan Arena Tinju dan Skateboard di Kolong Flyover Pasar Rebo untuk Cegah Tawuran Remaja
Empat Penumpang Selamat dari Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, Tiga Alami Luka Bakar Parah
Laga Persija vs Persib Resmi Dipindahkan ke Stadion Segiri Samarinda, Faktor Keamanan Jadi Alasan Utama
Komdigi Tegaskan Tak Akan Kriminalisasi Amien Rais, Fokus Jaga Ruang Digital Sehat