Cerebral Palsy Bisa Kuasai Bahasa Inggris? Ini Bukti Nyata PNM untuk 100 Siswa!

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 23:20 WIB
Cerebral Palsy Bisa Kuasai Bahasa Inggris? Ini Bukti Nyata PNM untuk 100 Siswa!
PNM Berikan Beasiswa Bahasa Inggris untuk 100 Siswa Cerebral Palsy di Hari Sumpah Pemuda

PNM Berikan Beasiswa Bahasa Inggris untuk 100 Siswa Cerebral Palsy di Hari Sumpah Pemuda

Cerebral palsy adalah gangguan pada perkembangan gerak dan postur tubuh yang disebabkan oleh kelainan otak sejak dini, seringkali mempengaruhi kemampuan motorik dan komunikasi penderitanya. Di Jakarta, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023 menunjukkan ada lebih dari 4.000 anak dengan kondisi cerebral palsy yang membutuhkan dukungan pendidikan inklusif dan akses pembelajaran adaptif.

Menanggapi kebutuhan ini, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan INDISI meluncurkan program PNM Peduli. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, program ini memberikan beasiswa belajar Bahasa Inggris selama satu tahun penuh bagi 100 siswa dan pengajar penyandang disabilitas cerebral palsy. Penerima beasiswa berasal dari Sekolah Luar Biasa Tuna Daksa (SLBD) D1 Yayasan Peduli Anak Cacat (YPAC) Jakarta dan SLBN 01 Jakarta.

Pendekatan Blended Learning untuk Pendidikan Inklusif

Program beasiswa ini menghadirkan pendekatan blended learning yang inklusif. Pembelajaran dilakukan secara daring melalui aplikasi BAHASO dan secara luring dengan kelas tatap muka langsung setiap harinya. Metode ini dirancang untuk memudahkan akses belajar dan memastikan kualitas pendidikan yang optimal.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris peserta, tetapi juga membuka wawasan global dan menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan kesempatan yang setara.

Apresiasi dari Dunia Pendidikan

Kepala Sekolah SLB-D1 YPAC Jakarta, Ai Ucu Rosida, menyampaikan rasa syukurnya atas kerja sama dengan PNM. Menurutnya, program ini memberikan ruang belajar dan kesempatan yang sangat berharga bagi anak-anak didiknya.

"Program ini menjadi bukti nyata bahwa setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan bermakna agar memiliki harapan yang setara," ujar Rosida.

Komitmen PNM untuk Pemberdayaan yang Inklusif

Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi, menegaskan keyakinan perusahaan bahwa setiap manusia memiliki potensi besar yang hanya perlu diberi kesempatan setara untuk berkembang.

"Pemuda dengan cerebral palsy adalah bagian dari masa depan bangsa yang tak boleh dipandang sebelah mata, terlebih di momen Sumpah Pemuda ini. Kami belajar banyak dari mereka tentang keteguhan, semangat, dan tekad pantang menyerah yang menjadi inspirasi bagi jutaan pemuda Indonesia lainnya," tutur Arief.

Bagi PNM, pemberdayaan disabilitas bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan komitmen nyata untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan berdaya. PNM bertekad memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya PNM memperluas makna pemberdayaan, yang selama ini identik dengan sektor ekonomi, ke sektor pendidikan bagi difabel. Program serupa telah diterapkan di berbagai kota seperti Semarang, Tegal, Yogyakarta, Makassar, Purwokerto, Denpasar, Pontianak, Bandung, Balikpapan, Bekasi, Surabaya, Jambi, dan Jember.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar