Bambu dan Petasan Warnai Kericuhan di Musda Golkar Sumut

- Minggu, 01 Februari 2026 | 19:54 WIB
Bambu dan Petasan Warnai Kericuhan di Musda Golkar Sumut

Suasana tegang sempat mengguncang Musda XI Golkar Sumut, Minggu (1/2) siang. Keributan pecah di area pintu masuk hotel tempat acara digelar, tepatnya sekitar pukul 14.40 WIB. Tak lama, kericuhan itu menjalar ke luar, memenuhi jalan depan hotel di kawasan Jalan Yos Sudarso, Medan.

Dua kelompok, sama-sama mengenakan baju kuning berlambang Golkar, terlibat saling serang. Suara petasan memecah udara, beberapa orang terlihat membawa bambu. Adegan itu tentu saja memanaskan situasi.

Menurut Sekretaris SC Musda, Muhammad Asril, pemicu keributan diduga kuat adalah kehadiran orang-orang yang tidak terdaftar sebagai peserta forum.

"Di dalam forumnya sendiri sebenarnya tidak ribut. Nah, ketika masuk tahap sidang paripurna, kita minta unsur-unsur di luar peserta untuk menyesuaikan diri. Kebetulan tadi ada yang bukan peserta, jadi kita minta mereka untuk menyesuaikan," jelas Asril saat ditemui di lokasi kejadian.

Asril mencoba melihat sisi lain. Baginya, dinamika seperti ini dalam politik internal Golkar Sumut adalah hal yang biasa. Ia bahkan menyampaikan terima kasih.

"Saya pikir dinamika di Partai Golkar sangat luar biasa. Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut mengawal dan memantau jalannya Musda," ujarnya.

Di sisi lain, aparat kepolisian telah siaga. Kapolsek Medan Barat, Kompol Made Wira Suhendra, menyebut pihaknya langsung turun tangan mengamankan situasi. Saat itu, ada sekitar 144 personel yang ditugaskan.

"Kami berusaha mengamankan agar kondisi kembali kondusif. Alhamdulillah, sekarang sudah kondusif dan Musda bisa berjalan lagi," kata Made.

Keributan itu sendiri, menurut Made, hanya berlangsung singkat. Sekitar 10 menit sebelum akhirnya bisa diredakan.

Namun begitu, untuk jaga-jaga, polisi memperkuat pengamanan. Mereka menambah 47 personel Sabhara Polda Sumut dan 30 personel Brimob. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami minta perbantuan penambahan personel. Ada dua penambahan dari Brimob maupun dari Sabhara," imbuh Made.

Menjelang malam, suasana perlahan pulih. Pantauan terakhir menunjukkan lalu lintas di lokasi kejadian sudah normal kembali seperti biasa.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler