Siang itu, di posko pengungsian Desa Bambel Baru, suasana terasa berbeda. Presiden Prabowo Subianto datang, duduk lesehan, dan mengobrol langsung dengan warga Aceh Tenggara yang terdampak banjir bandang. Ia menyapa, mendengarkan, dan mencoba merasakan apa yang mereka alami.
Namun begitu, sesaat sebelum kepergiannya, suasana yang tenang tiba-tiba berubah. Seorang warga berdiri dan berteriak memohon perhatian. Ia rupanya ingin menyampaikan sesuatu yang tak tertahankan lagi.
Setelah dipersilakan maju, pria itu pun mengungkapkan kegelisahannya. Suaranya terdengar haru.
Di sisi lain, Bupati Aceh Tenggara Muhammad Salim Fakhry yang mendampingi langsung mencoba memberikan penjelasan. Gayanya cukup bersemangat, berusaha meyakinkan warga bahwa kunjungan presiden ini bukan sekadar formalitas belaka.
Artikel Terkait
Hakim Anwar Usman Buka Suara: Saya Jatuh, Hilang Ingatan, Kira Sudah Tamat
Pemerintah Cabut HGU 85 Ribu Hektar di Tanah TNI AU, Nilainya Rp 14,5 Triliun
Peralatan Tempur dan Genangan: Kisah Para Pekerja Bertarung dengan Hujan yang Awet
Golkar MPR Siapkan Obligasi Daerah untuk Atasi Tekanan Anggaran