Warga Aceh Tenggara Sampaikan Jeritan Hati di Hadapan Presiden Prabowo

- Senin, 01 Desember 2025 | 15:10 WIB
Warga Aceh Tenggara Sampaikan Jeritan Hati di Hadapan Presiden Prabowo

Siang itu, di posko pengungsian Desa Bambel Baru, suasana terasa berbeda. Presiden Prabowo Subianto datang, duduk lesehan, dan mengobrol langsung dengan warga Aceh Tenggara yang terdampak banjir bandang. Ia menyapa, mendengarkan, dan mencoba merasakan apa yang mereka alami.

Namun begitu, sesaat sebelum kepergiannya, suasana yang tenang tiba-tiba berubah. Seorang warga berdiri dan berteriak memohon perhatian. Ia rupanya ingin menyampaikan sesuatu yang tak tertahankan lagi.

Setelah dipersilakan maju, pria itu pun mengungkapkan kegelisahannya. Suaranya terdengar haru.

"Terima kasih Bapak Presiden yang sudah hadir di kampung kami. Mohon kiranya Pak, alasnya kami 100 meter mohon dibendung Pak. Jagung kami semua sudah habis Pak, kami nggak tahu ke depannya untuk apa. Mohon tinjau Bapak sebentar. Pak Bupati sudah turunkan alat berat setiap banjir, itu saja permohonan kami."

Di sisi lain, Bupati Aceh Tenggara Muhammad Salim Fakhry yang mendampingi langsung mencoba memberikan penjelasan. Gayanya cukup bersemangat, berusaha meyakinkan warga bahwa kunjungan presiden ini bukan sekadar formalitas belaka.

"Baik, saya kira gini ya. Karena Bapak Presiden ke Sumbar nanti ada timnya. Masa presiden sudah ada di sini? Selama ada Indonesia, pernah nggak presiden datang ke Kutacane? Kami mohon maaf izin Pak Presiden, Menteri PU masih ada di sini. Yakin sama Pak Presiden?"

Merespons hal itu, Prabowo pun memberikan jawaban yang singkat namun tegas. "Terima kasih ya," ujarnya. "Percayalah, kita akan berbuat yang terbaik untuk rakyat."

Kunjungan ke Kutacane ini sebenarnya adalah bagian dari rangkaian peninjauan bencana. Pagi harinya, Prabowo sudah lebih dulu berada di Lapangan GOR Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Ia melihat langsung kondisi pengungsian di sana. Lalu, perjalanan dilanjutkan ke Aceh Tenggara, termasuk mengecek Jembatan Pantai Dona yang putus penghubung vital tiga kecamatan karena diterjang banjir.

Dalam agenda ini, Presiden tak sendirian. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga turut mendampingi, menandai keseriusan pemerintah menangani dampak bencana yang melanda wilayah tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar