Jakarta – Berita duka datang dari Iran. Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer. Kabar ini langsung menggema hingga ke ruang sidang parlemen Indonesia.
Di Gedung Nusantara II, Senayan, suasana rapat paripurna pembukaan Masa Persidangan IV, Selasa (10/3/2026), sempat terselip duka. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan pernyataan resmi belasungkawa.
“Atas nama pimpinan dan anggota DPR RI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya yang mulia Ayatollah Ali Khamenei,” ujar Puan.
Pidatonya itu terekam dalam tayangan YouTube TVR Parlemen. Tak cuma untuk sang pemimpin, simpati juga ditujukan pada rakyat Iran yang kini menghadapi masa-masa sulit. Konflik di Timur Tengah memang lagi panas, dan situasi ini jelas bikin was-was.
DPR berharap keadaan nggak makin runyam. Mereka mendukung penuh segala upaya diplomasi, baik secara bilateral maupun lewat jalur internasional, untuk meredakan ketegangan. Intinya, semua pihak diminta untuk menahan diri.
Di sisi lain, parlemen juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar turun tangan.
“DPR RI mendesak PBB untuk mengambil peran serta bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas global,” tegas Puan.
Jadi, selain belasungkawa, ada seruan konkret. Soalnya, eskalasi konflik yang lebih luas harus dihindari. Semoga saja.
Artikel Terkait
Email Internal Pentagon Bocor: AS Pertimbangkan Sanksi bagi Sekutu NATO yang Tolak Dukung Operasi Militer Lawan Iran
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada 24-30 April 2026
Polisi Buru Perempuan di Pangkep yang Diduga Tipu Korban Rp15,5 Juta Lewat Arisan Lelang Fiktif
Di Tengah Krisis Ekonomi dan Perang, Warga Teheran Terbelah Antara Harapan Perdamaian dan Keinginan Perang Berlanjut