Kondisi CS, bocah tujuh tahun korban serangan anjing liar di Cianjur, perlahan mulai membaik. Tapi, kata warga sekitar, sorot matanya sudah tak seperti dulu. Gadis kecil asal Desa Mekarjaya itu kini lebih banyak diam, menyimpan ketakutan yang dalam usai kejadian mengerikan pekan lalu.
Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saripudin, mengaku korban memang sudah diperbolehkan pulang. "Sudah kembali ke rumahnya, tinggal menyembuhkan sisa luka bekas gigitan," ujarnya, Minggu (1/2). Meski begitu, ia mengakui ada yang berubah. Semangat dan keceriaan CS sebelum kejadian seolah ikut tergigit oleh peristiwa itu.
Mereka pun rutin mengontrol ke rumah sakit. Tujuannya jelas: memastikan luka-luka itu tidak berkembang menjadi infeksi rabies. "Itu yang kita waspadai," tambah Saripudin.
Di sisi lain, trauma yang menghinggapi korban dinilai tak kalah serius. Pihak desa tak tinggal diam. Mereka sudah berinisiatif mencari bantuan untuk pemulihan mental si bocah. "Kita sudah berkonsultasi dengan dinas terkait agar bisa mendapatkan trauma healing," jelas Saripudin. Harapannya, langkah ini bisa mengembalikan senyum CS.
Dari sisi medis, dr. Yuli, Direktur RSUD Sayang Cianjur, menyatakan korban masih dalam pemantauan tim meski sudah dirawat di rumah. "Sementara, kita pastikan tidak ada terinfeksi rabies," katanya.
Yuli menjelaskan, penanganan awal saat kejadian sudah termasuk pemberian vaksin antirabies. Sejumlah luka yang diderita CS juga telah ditangani secara maksimal. Untuk saat ini, perawatan dilanjutkan secara rawat jalan.
"Secara, kondisinya terus membaik," kata Yuli meyakinkan.
Namun begitu, satu hal masih menggantung. Pihaknya dan dinas terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari anjing-anjing liar yang menyerang. Hasil itu akan menjadi penentu langkah selanjutnya.
Kejadiannya sendiri sungguh tragis. Bermula saat CS, sepulang sekolah, berjalan kaki melintasi area perkebunan. Tiba-tiba, delapan ekor anjing liar menghadangnya. Tanpa ampun, kawanan itu langsung menyerbu, menggigit dan mengoyak tubuh bocah malang itu hingga ia terluka parah di sekujur tubuhnya. Sebuah pemandangan yang, menurut saksi, sulit dilupakan.
Artikel Terkait
Golkar Makassar: Surat Diskresi untuk IAS Bukan Jaminan Otomatis Jadi Ketua DPD I Sulsel
Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Rampung Akhir 2026 untuk Hubungkan Daerah Terpencil
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan