Yuli menjelaskan, penanganan awal saat kejadian sudah termasuk pemberian vaksin antirabies. Sejumlah luka yang diderita CS juga telah ditangani secara maksimal. Untuk saat ini, perawatan dilanjutkan secara rawat jalan.
"Secara, kondisinya terus membaik," kata Yuli meyakinkan.
Namun begitu, satu hal masih menggantung. Pihaknya dan dinas terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari anjing-anjing liar yang menyerang. Hasil itu akan menjadi penentu langkah selanjutnya.
Kejadiannya sendiri sungguh tragis. Bermula saat CS, sepulang sekolah, berjalan kaki melintasi area perkebunan. Tiba-tiba, delapan ekor anjing liar menghadangnya. Tanpa ampun, kawanan itu langsung menyerbu, menggigit dan mengoyak tubuh bocah malang itu hingga ia terluka parah di sekujur tubuhnya. Sebuah pemandangan yang, menurut saksi, sulit dilupakan.
Artikel Terkait
Saudi dan UEA Tutup Wilayah untuk Serangan AS ke Iran, Pertanda Pergeseran Kekuatan
Bocor Rp155 Triliun, Devisa Negara Tersedot Ekspor Emas Ilegal
Anies Baswedan Ajak Pengawal Sipil Foto Bareng Saat Makan di Warung
Durian Jadi Senjata Diplomasi: Bagaimana Buah Berduri Kuasai Pasar Tiongkok dan Pererat Hubungan ASEAN