Serangan terhadap infrastruktur kereta api Ukraina terus berlanjut dengan intensitas yang mengkhawatirkan. Perdana Menteri Yulia Svyrydenko dengan tegas mengecam aksi Rusia ini, yang menurutnya bukan sekadar serangan militer biasa. Ia menilai, ini adalah bentuk teror yang disengaja, ditujukan langsung untuk mengacaukan kehidupan warga sipil.
"Rusia secara sengaja menyerang jalur logistik kita," ujar Svyrydenko, Jumat lalu. Suaranya terdengar berat. "Ini jelas-jelas teror yang menyasar transportasi publik, tempat orang biasa bergantung."
Menurutnya, gelombang serangan itu sangat padat. Hanya dalam satu hari, sudah tujuh kali fasilitas rel mereka menjadi sasaran drone musuh.
Salah satu insiden terparah terjadi lebih awal pekan ini, tepatnya dini hari Selasa di wilayah Kharkiv, timur laut. Sebuah drone menghantam gerbong kereta yang sedang berjalan. Bayangkan, gerbong itu penuh dengan hampir dua ratus penumpang. Korban jiwa pun tidak terelakkan.
Svyrydenko menyatakan setidaknya lima orang tewas dalam serangan keji itu.
Kemarahan tidak hanya datang dari perdana menteri. Presiden Volodymyr Zelensky juga menyuarakan protes keras melalui akun media sosialnya.
“Tidak ada dan tidak akan pernah ada pembenaran militer untuk membunuh warga sipil di dalam gerbong kereta,”
Tulisnya. Pernyataan itu menggambarkan betapa dalamnya luka dan kemarahan yang dirasakan. Serangan terhadap jalur kereta, yang seharusnya menjadi urat nadi pergerakan logistik dan warga, semakin mengukuhkan narasi bahwa perang ini telah memasuki fase yang semakin brutal dan tak manusiawi.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu