Jeffrey Hendrik Bersiap Pimpin BEI Sementara, Langsung Hadapi Ujian dengan MSCI

- Minggu, 01 Februari 2026 | 20:00 WIB
Jeffrey Hendrik Bersiap Pimpin BEI Sementara, Langsung Hadapi Ujian dengan MSCI

Kabar soal siapa yang akan memimpin Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk sementara mulai menemui titik terang. Setelah Iman Rachman memutuskan mundur pada Jumat lalu, nama Jeffrey Hendrik kini mencuat. Dia yang saat ini menjabat Direktur Pengembangan BEI, digadang-gadang akan ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama.

Konfirmasi awal justru datang dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu malam, Purbaya dengan singkat menyatakan, “Iya (Jeffrey jadi Pjs Dirut BEI).”

“Dia menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur di internal mereka. Pemerintah nggak ikut campur,” imbuhnya, menegaskan bahwa proses ini sepenuhnya berada di ranah internal BEI.

Namun begitu, Jeffrey sendiri tampak memilih bersikap hati-hati. Saat dijumpai usai sebuah dialog pasar modal di Main Hall BEI pada Minggu, ia enggan berkomentar banyak. “Tunggu pengumumannya saja ya, tunggu pengumumannya,” ujarnya. Rupanya, dia masih menanti keputusan resmi dari dewan.

Meski statusnya masih menunggu, Jeffrey sudah harus menjalankan tugas berat. Bahkan, pada Senin ini dia langsung memimpin delegasi BEI dalam pertemuan penting dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan ini dianggap krusial, terutama di tengah upaya BEI membangun kembali kredibilitasnya pasca-guncangan pasar beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, operasional bursa dijamin tak akan terganggu. Jeffrey memastikan semua proses pengambilan keputusan manajemen tetap lancar. Fokusnya jelas: membawa BEI menuju standar tata kelola dan transparansi internasional. “Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia,” katanya.

Menurutnya, kelas dunia bukan cuma soal angka kapitalisasi atau volume perdagangan. “Tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” tegas Jeffrey.

Upaya itu salah satunya diwujudkan dengan komunikasi intensif bersama berbagai penyedia indeks global. BEI mengaku telah menampung aspirasi mereka. “Semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin,” tutur Jeffrey, berjanji langkah konkret akan segera diambil untuk melindungi kenyamanan investor, baik domestik maupun global.

Lantas, kapan kepastian hukum soal posisi pimpinan ini benar-benar keluar? Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, memberi sinyal. Pengumuman resmi, katanya, akan dirilis sebelum bel perdagangan Senin pagi berbunyi. Harapannya, langkah ini bisa memberikan sentimen positif dan kepastian yang dibutuhkan pasar di awal pekan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler