Di sisi lain, operasional bursa dijamin tak akan terganggu. Jeffrey memastikan semua proses pengambilan keputusan manajemen tetap lancar. Fokusnya jelas: membawa BEI menuju standar tata kelola dan transparansi internasional. “Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia,” katanya.
Menurutnya, kelas dunia bukan cuma soal angka kapitalisasi atau volume perdagangan. “Tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” tegas Jeffrey.
Upaya itu salah satunya diwujudkan dengan komunikasi intensif bersama berbagai penyedia indeks global. BEI mengaku telah menampung aspirasi mereka. “Semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin,” tutur Jeffrey, berjanji langkah konkret akan segera diambil untuk melindungi kenyamanan investor, baik domestik maupun global.
Lantas, kapan kepastian hukum soal posisi pimpinan ini benar-benar keluar? Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, memberi sinyal. Pengumuman resmi, katanya, akan dirilis sebelum bel perdagangan Senin pagi berbunyi. Harapannya, langkah ini bisa memberikan sentimen positif dan kepastian yang dibutuhkan pasar di awal pekan.
Artikel Terkait
Dari Konter Ponsel ke Rantai Bisnis: Kisah Abdurrohim Membangun 7 Titik Usaha Berawal dari BRILink
Rosan Roeslani Tegaskan Independensi Danantara Meski Bakal Masuk ke Kepemilikan BEI
Danantara Buka Pintu untuk Dana Negara Lain Masuk ke BEI
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di Bawah 5% untuk Tarik Investor Global