MAKASSAR Akhirnya, teka-teki itu terjawab. Di tengah musim yang penuh ketidakpastian, performa yang naik turun, dan ancaman sanksi yang masih menggantung, PSM Makassar mengambil langkah tegas. Mereka memilih untuk bergerak, bukan diam. Isyarat paling jelas datang dari jauh: Asia Tengah.
Lewat akun Instagram resminya, Asosiasi Sepak Bola Tajikistan mengumumkan bahwa penyerang timnas mereka, Sheriddin Boboev, akan hijrah ke Indonesia untuk membela PSM. Pengumuman itu sederhana, tanpa basa-basi. Tapi bagi manajemen Juku Eja, ini adalah sebuah pernyataan. Bursa transfer paruh musim, setidaknya untuk pemain asing, sudah mereka tutup.
“Penyerang tim nasional Tajikistan, Sheriddin Boboev, melanjutkan karier sepak bolanya di kompetisi Indonesia. Ia telah menandatangani kontrak dengan PSM Makassar,” begitu bunyi pernyataan federasi tersebut.
Mereka juga menyebut posisi PSM di klasemen sementara, yang kini berada di urutan ke-13. Dengan kedatangan Boboev, kuota 11 pemain asing PSM pun resmi penuh. Tak ada ruang lagi untuk spekulasi.
Nama sang striker ternyata langsung menyita perhatian. Bukan cuma karena statusnya sebagai pemain internasional, tapi karena bunyinya terdengar akrab di telinga masyarakat Bugis-Makassar. Sheriddin sekilas mirip dengan Haeruddin, mengingatkan pada legenda kerja keras PSM, Syamsul Haeruddin.
Mungkin ini cuma kebetulan bunyi kata saja. Tapi sepak bola di sini seringkali penuh dengan tanda dan harapan. Di nama itu, publik seperti berharap semangat siri na pacce ikut terbawa serta oleh pemain asal Dushanbe ini.
Boboev diduga kuat menjadi rekrutan asing terakhir mereka, menyusul Luka Cumic dan Dusan Lagator yang datang lebih dulu.
Dan harus diakui, PSM tidak sembarangan dalam merekrut. Sheriddin Boboev bukanlah proyek coba-coba. Pemain berusia 26 tahun ini sudah membela Tajikistan sejak 2017, mengumpulkan 26 caps dan tiga gol untuk timnas senior. Jejak klubnya pun cukup panjang, dari liga domestik Tajikistan hingga petualangan di Malaysia, Kazakhstan, dan Iran.
Musim lalu bersama Ravshan Kulob, ia mencetak tujuh gol dari 19 penampilan. Angka itu menunjukkan ia datang sebagai penyerang yang aktif, bukan sekadar pajangan. Dengan tinggi 182 cm, Boboev dikenal sebagai striker yang agresif menekan, lincah bergerak, dan punya naluri tajam di depan gawang. Gaya bermainnya ini bisa memberi warna berbeda dibanding Luka Cumic yang lebih mengandalkan fisik dan duel udara.
Di sisi lain, langkah ini juga menunjukkan naluri bertahan PSM. Di tengah bayang-bayang sanksi FIFA yang membatasi ruang gerak, manajemen justru mengambil inisiatif. Setelah Cumic dan Lagator, Boboev adalah penegasan bahwa klub ini tak mau berpangku tangan.
Artikel Terkait
Gol Dibatalkan VAR, Persebaya Cuma Raih Satu Poin di Kandang
Dion Markx Sambut Persaingan Ketat di Lini Belakang Persib
Merah Putih Gempur Bangkok, Sabet Empat Gelar di Thailand Masters
Yuran Fernandes di Ujung Tanduk: Laga Lawan Semen Padang Jadi Penentu Legitimasi Sang Kapten