Ini bukan lagi soal estetika permainan. Ini soal bertahan hidup di kompetisi yang semakin sengit.
Posisi mereka di papan tengah klasemen sangat rentan. Kekalahan 0-2 dari tim promosi Persijap Jepara pekan lalu adalah alarm yang keras. Pesannya jelas: menunggu adalah bunuh diri.
Namun begitu, ada satu nama yang sempat mencuat lalu tenggelam: Todor Todoroski. Bek kanan asal Makedonia Utara itu sempat dikabarkan masuk dalam radar PSM untuk memperkuat lini belakang. Akun @transfermarkt.co.id bahkan menyebutnya sebagai opsi yang serius.
Pemain 26 tahun yang biasa bermain untuk Flamurtari FC di Albania ini dinilai fleksibel, bisa juga beroperasi sebagai gelandang kanan. Tapi semua rumor itu berakhir begitu saja.
Dengan kuota asing yang sudah penuh, nama Todoroski secara resmi gugur. PSM memilih untuk menutup pintu transfer, mengakhiri semua spekulasi, dan fokus pada apa yang mereka miliki.
Berikut adalah daftar lengkap 11 pemain asing PSM Makassar sekarang:
Savio Roberto (Brasil)
Alex Tanque (Brasil)
Jacques Medina Temopele (Kongo)
Gledson Paixao (Brasil)
Aloisio Soares Neto (Brasil)
Victor Luiz (Brasil)
Yuran Fernandes (Tanjung Verde)
Daisuke Sakai (Jepang)
Luka Cumic (Serbia)
Dusan Lagator (Montenegro)
Sheriddin Boboev (Tajikistan)
Inilah pasukan asing yang akan dibawa PSM menghadapi tantangan selanjutnya, termasuk laga melawan Semen Padang. Todoroski tidak ada di dalamnya. Dan tak akan ada tambahan lagi.
Dengan menutup bursa transfer, PSM sebenarnya sedang membuka sebuah pertaruhan besar. Mereka mempertaruhkan segalanya pada skuad yang sudah terbentuk ini. Mungkin tidak ideal, tapi setidaknya mereka punya cukup senjata untuk bertarung.
Dalam tekanan seperti ini, PSM jelas tidak sedang membangun zona nyaman. Mereka sedang berperang. Melawan krisis, melawan waktu, dan melawan ancaman degradasi yang semakin nyata.
Dan dalam pertarungan hidup-matinya musim ini, Sheriddin Boboev bukan sekadar pemain terakhir yang mereka datangkan. Ia adalah simbol. Sebuah penanda bahwa PSM Makassar telah memilih jalannya: mengunci pintu, lalu menghadapi takdir dengan mata terbuka.
Artikel Terkait
Drama Injury Time, Manchester United Selamatkan Tiga Poin di Old Trafford
Persebaya Butuh Taring, Sananta Jadi Solusi Reuni dengan Tavares?
Persib Kokoh di Puncak Meski Borneo Menang Dramatis
Gol Dibatalkan VAR, Persebaya Cuma Raih Satu Poin di Kandang