"Swasta kita memberikan 110 persen dibandingkan dengan 2024. Nah, untuk B2B-nya silakan diatur dengan Pertamina," tambah Bahlil mengenai mekanisme impor BBM.
Meski kuota impor diperluas untuk swasta, Pertamina dipastikan tetap dalam posisi kuat. "Andaikan pun sekalipun kuotanya sudah masuk, BBM-nya sudah masuk, belum diambil oleh swasta, saya yakin Pertamina nggak akan mungkin rugi," tegas Bahlil mengenai dampak kebijakan impor BBM ini.
Pemerintah menjamin kebijakan kuota impor BBM 2026 akan tetap berpegang pada asas keadilan dan kepatuhan regulasi. "Bagi perusahaan-perusahaan yang mau taat aturan," pungkas Bahlil menegaskan prinsip utama dalam kebijakan impor BBM tahun depan.
Artikel Terkait
Menag Lepas 1.620 Petugas Haji ke Arab Saudi, Tongkat Estafet Resmi Beralih
KPK Dalami Perjalanan Luar Negeri dan Penukaran Uang Ridwan Kamil
Dari Kue Basah ke Peyek Koin: Kisah Ibu Murni dan Dukungan yang Mengubah Nasib
291 WNI Diselamatkan dari Sindikat Penipuan di Myanmar, Gelombang Evakuasi Terbaru Tiba di Tanah Air