Dari Kue Basah ke Peyek Koin: Kisah Ibu Murni dan Dukungan yang Mengubah Nasib

- Jumat, 30 Januari 2026 | 22:40 WIB
Dari Kue Basah ke Peyek Koin: Kisah Ibu Murni dan Dukungan yang Mengubah Nasib

Semangat berwirausaha di kalangan perempuan Indonesia tak pernah padam. Mereka memulai dari hal-hal kecil, dengan harapan yang justru tak terbatas. Mimpi sederhana untuk membantu ekonomi keluarga, dengan ketekunan dan dukungan yang pas, ternyata bisa berkembang jauh lebih besar. Tak hanya untuk keluarga inti, tapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Nah, pendekatan semacam inilah yang coba digaungkan oleh PNM. Mereka fokus pada pendampingan usaha bagi jutaan perempuan prasejahtera. Tujuannya jelas: agar mereka mandiri dan perlahan-lahan bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Kisah Ibu Murni bisa jadi contoh nyatanya. Sebagai ibu rumah tangga, dia sudah lama berjuang membantu perekonomian keluarga. Usahanya dimulai sejak 2012, berjualan kue basah dari rumah. Namun, jalan tak selalu mulus. Di tahun 2017, usahanya terpaksa berhenti. Penyebabnya klasik: kehabisan modal.

Namun begitu, titik terang muncul. Saat itu, petugas lapangan dengan seragam putih biru sedang melakukan sosialisasi. Pertemuan itu menjadi awal yang baru bagi Ibu Murni.

Dengan pinjaman awal Rp2 juta, dia membangkitkan kembali usahanya. Kini, setelah sembilan tahun berjalan, pembiayaannya telah naik menjadi Rp10 juta. Omset bertambah, produknya pun berkembang. Dari sekadar kue basah, kini merambah ke kue kering dan inovasi andalannya: peyek koin.

Perkembangannya tak cuma di produk. Aspek legalitas juga mulai dia urus. Ibu Murni sekarang sudah punya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal untuk produknya. Hal-hal yang seringkali terabaikan di level usaha ultra mikro.


Halaman:

Komentar