Malam ini, Selasa (17 Maret 2026), diperkirakan jadi awal puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Merak. Prediksi ini datang langsung dari pihak PT ASDP Indonesia Ferry, operator utama penyeberangan di sana.
Rio Theodore Natalianto Lasse, Direktur Operasional dan Transportasi ASDP, yang menyampaikannya. Menurutnya, prediksi itu bukan tanpa dasar. "Kami lihat dari pemesanan tiket di aplikasi Ferizy. Kebanyakan pemudik memilih berangkat malam ini," jelas Rio dalam sebuah konferensi pers di Pelabuhan Merak, Selasa siang.
Ia melanjutkan, "Jadi prediksi puncak kita di tanggal 18 dan 19 Maret itu tampak akurat. Data reservasi menunjukkan peningkatan signifikan akan dimulai sekitar jam 20.00 malam ini, berlanjut hingga dini hari besok."
Namun begitu, riaknya arus mudik ini tak berlangsung terus-menerus. Setelah membludak tengah malam, volume kendaraan diprediksi akan melandai pada pagi hari, kira-kira sampai pukul 9 atau 10 pagi. Tapi jangan salah, ini cuma jeda sebentar.
"Nanti setelah jam segitu, arus akan naik lagi," kata Rio. Kenaikan berikutnya diprediksi bakal berlangsung hingga dini hari tanggal 19 Maret, yang jatuh persis di H-2 Lebaran. "Intinya, dua hari ke depan ini yang paling padat," tegasnya.
Lalu bagaimana dengan arus balik? Soal ini, Rio mengaku pihaknya belum bisa memberi prediksi pasti. Tapi ada petunjuk. Berdasarkan pola pemesanan tiket, kemungkinan besar puncak arus balik di Merak baru terjadi antara H 4 sampai H 6 Lebaran. Atau sederhananya, sekitar tanggal 25 sampai 27 Maret 2026.
"Kalau dibandingin dengan waktu yang sama tahun lalu, untuk arus balik kita belum bisa prediksi sekarang. Tapi kemungkinannya ya di rentang tanggal itu," ujar dia.
Sebelumnya, prediksi serupa sebenarnya sudah disampaikan Direktur Utama ASDP, Heru Widodo. Ia menyebut puncak mudik 2026 di Merak bakal terkonsentrasi pada tanggal 18 dan 19 Maret. Wahyu, dalam kesempatan lain, juga memperkuat pernyataan ini. "Prediksi kami untuk arus mudik puncak memang ada di tanggal 18 sampai 19, baik untuk wilayah Jawa maupun Sumatera," katanya.
Sementara data terbaru yang dirilis ASDP per 16 Maret 2026 hitung dalam 24 jam sudah menggambarkan gelombang awal. Dari tiga pelabuhan (Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara), penumpang yang menyeberang mencapai 75.805 orang. Untuk kendaraan roda empat, angkanya 9.826 unit.
Dan kalau ditarik mundur sejak H-10 atau pembukaan arus mudik Lebaran, totalnya lebih besar lagi. Sudah ada 363.607 orang yang melakukan perjalanan dari Jawa menuju Sumatera melalui ketiga pelabuhan tadi. Gelombang besar, tampaknya, benar-benar akan dimulai malam ini.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun