Dia juga aktif. Selain modal, Ibu Murni rajin ikut pelatihan dan bazar yang difasilitasi PNM. Dari sana, pengetahuannya bertambah mulai dari cara mengemas produk, strategi pemasaran, sampai memperluas jaringan.
"Saya sangat bersyukur bisa bertemu PNM Mekaar," ujarnya.
Dari yang awalnya bingung cari modal, sekarang usahanya sudah berkembang dan jelas memberi manfaat bagi keluarganya. Semangat seperti inilah yang ingin disebarluaskan, agar semakin banyak lagi kisah serupa Ibu Murni yang bermunculan di seluruh Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria, menegaskan bahwa kisah-kisah semacam ini bukan sekadar cerita.
"PNM percaya setiap ibu memiliki potensi besar untuk berkembang ketika diberi akses permodalan, pendampingan, dan yang terpenting kesempatan. Upaya ini bukan hanya tentang usaha yang tumbuh, tetapi tentang perubahan kualitas hidup keluarga secara berkelanjutan," kata Dodot.
Jadi, ini lebih dari sekadar angka pinjaman atau omzet. Ini tentang ketahanan keluarga. Dan tentang bagaimana sebuah dukungan yang tepat bisa mengubah jalan hidup seseorang.
Artikel Terkait
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur
Duel Sengit di Indonesia Arena: Garuda Hadang Singa Mesopotamia untuk Puncak Grup