Dari balik hiruk-pikuk Stasiun Pasar Senen yang ramai pemudik, Selasa lalu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan pesan penting. Intinya, Presiden Prabowo Subianto punya perhatian khusus pada nasib kereta api kita. Beliau ingin moda transportasi ini, dari ujung ke ujung, dibuat lebih nyaman untuk semua penumpang.
“Presiden sudah menyampaikan langsung, sekitar empat bulan lalu,” ujar Teddy kepada para wartawan yang mengepungnya.
Perintahnya jelas. Tak tanggung-tanggung, arahan itu diberikan langsung kepada Dirut KAI yang baru menjabat belum setahun. Isinya soal penambahan gerbong, perbaikan sarana yang ada, dan peningkatan kenyamanan. Menariknya, fokusnya tidak cuma pada kereta jarak jauh. KRL dan layanan sejenis juga harus ikut ditingkatkan.
“Dan Presiden langsung memerintahkan beliau menambah gerbong, memperbaiki yang ada, membuat nyaman, tidak hanya kereta api jarak jauh ya, termasuk juga KRL dan lain sebagainya ditingkatkan kenyamanannya, termasuk stasiunnya,” tegas dia.
Nah, soal stasiun ini sendiri jadi poin lain yang ditekankan. Teddy menyebut, Presiden menginginkan peningkatan kualitas di sejumlah stasiun utama. Sebut saja Gambir, Jatinegara, dan tentu saja Senen yang dikunjunginya itu.
“Ini Stasiun Senen tadi saya baca di sejarahnya itu dari 1912 kalau enggak salah stasiunnya. Dan di zaman Presiden, beliau ingin semua stasiun Gambir, Senen, Jatinegara, dan lain sebagainya, dan keretanya harus kualitasnya meningkat membaik,” tuturnya sambil menggambarkan ambisi itu.
Bagi Teddy, ini bukan sekadar perbaikan fisik biasa. Ada narasi yang lebih besar di baliknya. Menurutnya, kereta api adalah simbol peradaban modern suatu bangsa.
“Karena kereta api itu salah satu simbol peradaban yang modern. Nah, kita Indonesia ingin secepat mungkin publik transportasi semakin baik,” ujar dia.
Jadi, pesannya sederhana tapi berat: kereta dan stasiun harus berbenah. Itu harapan dari atas, yang kini bergulir ke bawah. Kita lihat saja realisasinya nanti.
Artikel Terkait
Livano Comenencia Cetak Gol Bersejarah bagi Curacao di Piala Dunia 2026 meski Timnya Dihajar Jerman 7-1
125 Kendaraan Hias Meriahkan Pawai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Jakarta Timur
Komisi II DPR Dorong E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri
Aset Indodana Tembus Rp2,83 Triliun, Pembiayaan Paylater ke UMKM Tumbuh Pesat