Malam ini, suasana di Pelabuhan Merak, Cilegon, terasa jauh lebih padat dari biasanya. Mobil pribadi dan bus berdatangan silih berganti, memenuhi area pelabuhan. Petugas pun sibuk mengarahkan kendaraan-kendaraan itu menuju Dermaga 1 hingga 5.
Dari pantauan di lokasi, terlihat antrean kendaraan sudah mengular di depan Dermaga 5. Baik yang naik mobil pribadi maupun bus, semuanya harus sabar menunggu giliran untuk naik ke kapal. Situasinya memang ramai, tapi masih teratur.
Di sisi lain, petugas kepolisian tak henti-hentinya mengatur arus. Mereka berusaha mencari celah, mengisi dermaga yang masih kosong agar antrean bisa bergerak. Untuk membantu pengemudi yang mungkin bingung, polisi bahkan menggunakan lampu lalu lintas portabel sebagai penanda.
"Di sana kosong, Pak,"
seru seorang polisi sambil memberi isyarat agar sebuah mobil berbelok menuju Dermaga 3.
Di tengah keramaian itu, ada Rizki, seorang pemudik yang terlihat cukup santai. Menurut pengakuannya, perjalanan dari Jakarta ke Merak hanya memakan waktu sekitar dua jam saja. Lalu lintas di dalam tol, katanya, lancar-lancar saja.
"Ini ramai, biasanya kemarin-kemarin macet di H-4 ini,"
ucap Rizki sambil mengamati sekelilingnya.
Ia dan keluarganya akan menyeberang ke Palembang, Sumatera Selatan. Rizki sengaja memilih berangkat malam hari dengan perhitungan sederhana: agar tiba di Lampung saat fajar sudah mulai menyingsing.
"Biar enak jalannya, nggak gelap,"
tuturnya.
Ramainya arus malam ini sepertinya tak lepas dari prediksi sebelumnya. Dirlantas Polda Banten, Kombes Arief Kurniawan, sudah memperkirakan puncak mudik bakal terjadi pada tanggal 17 dan 18 Maret.
"Kami masih mengacu pada awal itu di sekitar tanggal 17 dan 18. Hari ini berarti masuk dalam periode tersebut dan dua hari ke depan,"
jelas Arief, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, gelombang pemudik memang baru akan terasa benar mulai hari ini. Mereka biasanya membanjiri Pelabuhan Merak atau Ciwandan pada sore hari, tepatnya jelang magrib.
"Untuk kebiasaan dari tahun ke tahun dan dimungkinkan untuk mudik 2026 ini, akan ada kenaikan atau lonjakan pada sore hari, mulai pukul sekitar 18.00 sampai pagi menjelang sahur,"
imbuhnya.
Alasannya sederhana: para pemudik ingin sampai di Lampung saat pagi hari. Dengan begitu, perjalanan panjang mereka di Pulau Sumatera bisa dilanjutkan di siang hari yang terang. Strategi lama yang selalu dipakai, dan sepertinya masih efektif.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi