Klaim Israel soal tewasnya Ali Larijani, pejabat keamanan top Iran, langsung memicu gelombang pertanyaan. Namun, kabar itu dijawab dengan cara yang tak terduga. Dari akun media sosial resmi Larijani, tiba-tiba muncul sebuah unggahan berisi catatan tulisan tangan.
Catatan itu sendiri tak menyinggung sedikitpun klaim Israel. Isinya justru penghormatan mendalam untuk 84 pelaut Iran yang gugur awal Maret lalu. Kapal fregat mereka, IRIS Dena, ditenggelamkan oleh kapal selam AS di perairan Samudra Hindia.
“Kemartiran para prajurit pemberani Angkatan Laut di atas kapal Dena adalah bagian dari pengorbanan bangsa yang gagah berani,” tulis Larijani dalam catatan ber-tinta hitam yang dibagikan lewat X dan Telegram.
“Kenangan mereka akan selalu melekat di hati rakyat Iran. Dan pengorbanan ini akan memperkuat fondasi tentara kita untuk tahun-tahun mendatang,” lanjutnya.
Hingga saat ini, pihak Teheran sendiri masih bungkam. Mereka belum memberikan konfirmasi resmi apapun mengenai status hidup atau mati Larijani. Situasinya jadi makin rumit.
Insiden tenggelamnya IRIS Dena di lepas Sri Lanka pada 4 Maret itu memang jadi babak baru yang memperluas konflik. Perang yang sudah berkecamuk sejak akhir Februari antara Iran melawan Israel dan AS, kini merambah ke Samudra Hindia.
Semua ini berawal dari serangan mematikan pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran baru mengakui kematian Khamenei beberapa jam setelah Israel dan AS menyebarkan kabarnya. Konflik pun meluas dengan cepat, menyapu seluruh kawasan Timur Tengah.
Nah, dengan adanya catatan tulisan tangan Larijani ini, banyak yang bertanya-tanya. Kapan persisnya catatan itu dibuat? Soalnya, tak ada tanggal tercantum di sana. Apakah ini bukti ia masih hidup, atau justru sebaliknya? Pertanyaannya masih menggantung, tanpa jawaban yang jelas.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi