Di bawah langit Jakarta yang cerah, Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir dalam sebuah acara penting. Ia menyaksikan langsung penutupan pembekalan sekaligus pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk tahun 2026. Acara ini menandai persiapan akhir sebelum para petugas bertugas di Tanah Suci.
Lokasinya di Lapangan Galaxy Makodau 1, Halim, Jakarta Timur, tak jauh dari Asrama Haji Pondok Gede. Suasana terasa khidmat. Sebanyak 1.620 petugas haji resmi berdiri tegak, siap dikukuhkan oleh Menteri Haji dan Umrah yang baru, Mochamad Irfan Yusuf. Momen ini bukan sekadar formalitas.
Kehadiran dua pimpinan kementerian ini punya makna khusus. Ini adalah simbol komitmen kuat, terutama dari Kemenag, untuk mendukung penuh proses transisi pelayanan haji. Perlu diingat, setelah 75 tahun dikelola Kemenag, tongkat estafet kini resmi beralih ke Kementerian Haji dan Umrah. Perubahan besar, tentu saja.
Di tengah acara, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan harapan dan doanya.
“Selamat bertugas. Semoga pelaksanaan haji tahun 2026 ini sukses, lancar, dan lebih baik lagi,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Namun begitu, fokus utamanya tetap satu: pelayanan terbaik untuk jamaah haji Indonesia. Sinergi antara dua kementerian ini diharapkan menjadi kunci. Bukan hanya menjaga, tapi meningkatkan kualitas layanan. Di balik semua prosedur dan struktur baru, ada tanggung jawab moral yang besar. Sebuah amanah dari jutaan umat yang berharap.
Acara pun ditutup dengan doa bersama. Persiapan menuju haji 2026 memasuki babak baru.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun