Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatra masih menyisakan duka yang dalam. Dari balik krisis ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan sederhana namun terasa berat: curah hujan yang luar biasa tinggi.
Pernyataan itu ia sampaikan usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana, Kamis lalu. Pertemuan itu sendiri digelar untuk melaporkan perkembangan penanganan darurat.
"Ya ini hujannya yang tinggi, ya," ujar Bahlil dengan nada yang lelah.
Ia melanjutkan, "Ya, itu juga salah satu di antara kalau hujan yang tinggi dan segala macam, ya."
Dalam pertemuan tersebut, Bahlil mengaku menyampaikan berbagai hal teknis mulai dari kondisi pasokan listrik, BBM, hingga tabung gas. Fokusnya satu: memulihkan layanan untuk masyarakat yang terdampak.
Menurutnya, Prabowo memberi satu perintah yang jelas: percepat semua upaya.
"Bapak Presiden memerintahkan agar bisa lebih cepat. Makanya saya kemarin tiga hari di sana kan, di lokasi memastikan itu semua," tutur Bahlil.
Ia pun membawa kabar sedikit terang. Pasokan listrik, katanya, mulai berangsur pulih.
"Tadi saya laporkan ke Bapak Presiden, insyaallah besok malam listrik di Sumatera Utara, di Tapteng, Tapsel, kemudian Sibolga sudah menyala berangsur-angsur dan mulai membaik," tandasnya.
Korban Jiwa: Angka yang Terus Bergerak
Di sisi lain, data korban yang dirilis BNPB justru menggambarkan betapa dahsyatnya bencana ini. Hingga Kamis sore, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 836 orang.
Masih ada 518 orang lainnya yang dinyatakan hilang dan terus dicari.
Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, membeberkan rincian pilu itu. "Untuk jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 836 jiwa," katanya.
Penambahan korban dalam sehari ternyata cukup signifikan. Di Aceh saja, operasi pencarian berhasil menemukan 48 jenazah korban longsor.
"Penambahan ini paling banyak di Provinsi Aceh, hari ini sebanyak 48 korban sehingga total di Provinsi Aceh menjadi 325 meninggal dunia," jelas Abdul.
Sementara di Sumatra Utara, tim SAR menemukan 12 jenazah di daerah Adiankoting. Sumatra Barat juga mencatat penambahan enam korban jiwa.
"Di Sumatra Utara... ditemukan 12 jasad sehingga jumlah korban meninggal dunia 311 jiwa," ujarnya.
"Untuk Sumbar bertambah 6 korban menjadi 200 jiwa meninggal dunia," imbuhnya.
Untuk korban hilang, angka tertinggi ada di Sumbar dengan 221 jiwa. Disusul Aceh 170 jiwa, dan Sumut 127 jiwa. Total, masih ada 518 nyawa yang dinantikan kembali.
Angka-angka itu masih mungkin berubah. Sementara hujan mungkin telah reda, pekerjaan terberat justru baru dimulai.
Artikel Terkait
Atletico Madrid vs Arsenal Imbang 1-1, Dua Gol Penalti Warnai Semifinal Liga Champions
Al-Nassr Perpanjang Rekor 20 Kemenangan Beruntun Usai Tekuk Al-Ahli 2-0
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton