IHSG Diprediksi Merangkak Naik, Sektor Properti Jadi Penghambat

- Rabu, 26 November 2025 | 07:18 WIB
IHSG Diprediksi Merangkak Naik, Sektor Properti Jadi Penghambat
Analisis Pasar Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal kembali hijau di perdagangan Rabu ini. Sebelumnya, pada sesi Selasa, indeks justru melemah 0,56 persen ke posisi 8.521,89. Pelemahan ini cukup terasa, meski tidak sampai mengejutkan.

Menurut analis Phintraco Sekuritas, saham properti jadi penyumbang terbesar tekanan pada indeks. Di sisi lain, sektor industrial justru tampil perkasa dengan catatan penguatan tertinggi. Sementara itu, rupiah terus menunjukkan taringnya. Mata uang kita melanjutkan apresiasi ke level sekitar Rp 16.655 per dolar AS. Ini terjadi di tengah pelemahan dolar global, yang didorong oleh harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember nanti.

Nah, ke depan, pergerakan IHSG kemungkinan besar akan banyak dikendalikan oleh sentimen dari luar negeri. Salah satu yang patut dicermati adalah rilis data durable goods orders Amerika Serikat untuk September 2025. Data ini diperkirakan hanya naik tipis 0,2 persen secara bulanan, jauh melorot dari angka 2,9 persen di Agustus. Belum lagi, ada serangkaian data ekonomi AS yang molor karena government shutdown. Semua data tertunda ini tentu jadi perhatian serius investor, karena bisa jadi petunjuk penting soal arah kebijakan The Fed dalam pertemuan FOMC 9–10 Desember 2025.

Dari kacamata teknikal, ada sinyal beragam. Indikator Stochastic RSI membentuk death cross yang biasanya menandakan adanya tekanan jangka pendek. Tapi, jangan buru-buru panik. Histogram MACD masih bertengger di area positif, dan IHSG sendiri masih mampu bertahan di atas MA5. Kondisi yang cukup mixed, memang.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung menguat menguji resistance di 8570-8600,” tulis Analis Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas punya beberapa rekomendasi saham andalan atau top picks mereka, yaitu TINS, ASII, PYFA, ISAT, dan KLBF.

Bukan cuma Phintraco, MNC Sekuritas juga melihat peluang penguatan lanjutan. Mereka menilai, pelemahan IHSG ke level 8.521 kemarin masih termasuk dalam struktur wave (iii) dari wave [iii]. Artinya, potensi untuk naik ke area 8.600–8.662 masih sangat terbuka lebar.

“Kami perkirakan, IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8,600-8,662,” ujar Analis MNC Sekuritas.

Untuk rekomendasi saham spesifik, MNC Sekuritas menilai beberapa emiten menarik secara teknikal. AGII, contohnya, direkomendasikan untuk spec buy di kisaran 1.350–1.375 dengan target 1.470–1.600.

ICBP disarankan untuk dibeli saat melemah (buy on weakness) di area 8.350–8.500. MBMA dinilai berpeluang rebound dengan area beli 550–565 dan target menuju 620–645. Tak ketinggalan, SSIA juga disebut menarik di level 1.720–1.775 dengan target yang cukup menjanjikan, hingga 2.170.

Meski peluang kenaikan terlihat kuat, investor tetap harus waspada. Perhatikan baik-baik level-level teknikal yang krusial. MNC Sekuritas mencatat, support IHSG berada di 8.491 dan 8.341. Sementara resistance-nya ada di 8.578 dan 8.616.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan membeli, menahan, atau menjual instrumen investasi tertentu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar