Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyambangi rumah duka almarhum Sangkala, seorang jemaah haji asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Kunjungan yang berlangsung di Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru, pada Minggu itu menjadi wujud kehadiran negara di tengah duka keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan, sapaan akrabnya, menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral terhadap para tamu Allah yang wafat saat beribadah. “Kehadiran pemerintah di tengah keluarga jamaah yang meninggal dunia menjadi bentuk penghormatan sekaligus tanggung jawab moral negara kepada para tamu Allah yang wafat saat menjalankan ibadah haji,” ujarnya.
Almarhum Sangkala tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 20 dan wafat pada Sabtu, 6 Juni, pukul 14.24 waktu Arab Saudi. Saat bertakziah, Menteri Haji dan Umrah didampingi Bupati Maros Chaidir Syam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros Ahmad Ihyadin.
Irfan Yusuf mengaku telah menginstruksikan seluruh kepala kantor haji di Indonesia untuk menyampaikan takziah kepada keluarga jemaah yang meninggal di Tanah Suci. Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk tetap hadir dan memberikan dukungan moril bagi keluarga yang berduka.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan juga memaparkan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Berdasarkan laporan terakhir, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi mencapai sekitar 290 orang. Meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan musim haji tahun lalu, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan karena tren kematian dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan. “Kami tetap waspada karena dalam beberapa hari terakhir angkanya mengalami kenaikan,” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, terus memantau kondisi kesehatan jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Seluruh petugas kesehatan dan petugas haji telah diminta memperketat pengawasan, terutama di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Suhu udara yang mencapai sekitar 45 derajat Celsius dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta. “Jamaah harus terus dipantau dan dijaga kesehatannya karena suhu di Arab Saudi sangat panas,” katanya.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air terus berjalan. Hingga saat ini, hampir separuh jemaah telah kembali ke Indonesia, sedangkan sisanya akan dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, mengungkapkan bahwa almarhum Sangkala memiliki riwayat gangguan paru-paru sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kondisi kesehatannya telah menjadi perhatian sejak dalam perjalanan menuju Arab Saudi. Bahkan, dua hari sebelum meninggal dunia, kesehatannya sempat menurun dan ia mengalami penurunan nafsu makan. Meski demikian, almarhum tetap mendapat dukungan dan semangat dari rombongan karena dijadwalkan kembali ke Maros pada 15 Juni 2026. “Dua hari terakhir sebelum meninggal, beliau mengeluhkan berkurangnya nafsu makan. Kami terus memberikan semangat karena jadwal kepulangannya sudah dekat,” ujar Ihyadin.
Artikel Terkait
Belanda dan Jepang Masih Imbang Tanpa Gol di Babak Pertama Laga Perdana Grup F Piala Dunia 2026
Jadwal Salat Bandung Senin 15 Juni 2026: Imsak Pukul 04.27, Buka Puasa Magrib 17.49 WIB
90% Situs Warisan Alam Dunia China Raih Penilaian Baik, Lampaui Rata-rata Global
Mantan Suami Bakar Mantan Istri di Angkringan Kotawaringin Barat, Cemburu Jadi Motif