Keluarga Korban Pembunuhan Siswi SMP di Sikka Duduki Mapolres, Desak Polisi Temukan Barang Bukti yang Hilang

- Kamis, 14 Mei 2026 | 04:25 WIB
Keluarga Korban Pembunuhan Siswi SMP di Sikka Duduki Mapolres, Desak Polisi Temukan Barang Bukti yang Hilang

Kekecewaan mendalam menyelimuti keluarga Stevania Trisanti Noni, seorang siswi SMP yang menjadi korban pembunuhan oleh kakak kelasnya di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Setelah sidang putusan di Pengadilan Negeri Maumere, Rabu (13/5/2026) pagi, keluarga korban mengambil langkah dramatis dengan berjalan kaki menuju Mapolres Sikka dan mendudukinya.

Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim, serta kegagalan pihak kepolisian menemukan barang bukti krusial yang hingga kini masih hilang. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Maumere menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada terdakwa anak, Fransiskus Rofinus Gewar. Putusan itu merupakan hukuman maksimal bagi pelaku di bawah umur sesuai Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Namun, bagi keluarga korban, hukuman tersebut dianggap tidak sebanding dengan kekejian perbuatan pelaku. Begitu hakim membacakan vonis, tangisan histeris pecah di ruang sidang. Keluarga pun langsung bergerak menuju Polres Sikka untuk menuntut keadilan lebih lanjut.

Fokus utama aksi keluarga di Mapolres Sikka adalah mendesak keseriusan polisi dalam mencari sisa barang bukti dan bagian tubuh korban yang hilang. Mereka menuntut agar baju, rambut, hingga potongan jari Stevania segera ditemukan. Barang-barang itu belum pernah ditemukan sejak kasus ini bergulir.

"Kami meminta agar Polres Sikka mengembalikan barang bukti yang belum ditemukan. Kami ingin baju korban, jari, serta rambutnya ditemukan. Ini menyangkut keadilan bagi anak kami," ujar Eman, salah satu anggota keluarga korban di lokasi.

Hingga Rabu sore, keluarga korban masih bertahan di area Mapolres Sikka. Mereka menegaskan tidak akan pulang sebelum ada kepastian mengenai pencarian barang bukti yang dimaksud. Suasana sempat memanas saat ibu korban menangis tersedu-sedu memohon kepada aparat untuk menuntaskan pencarian bagian tubuh anaknya yang masih raib.

Menanggapi tuntutan tersebut, sejumlah aparat Polres Sikka dikabarkan telah kembali dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran ulang. Polisi berupaya mencari sisa barang bukti guna meredam amarah dan memberikan kepastian kepada pihak keluarga yang tengah berduka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar