Pemerintah Berencana Aktifkan Kembali Satgas BLBI, Tunggu Pejabat Baru Kemenkeu

- Sabtu, 25 April 2026 | 10:15 WIB
Pemerintah Berencana Aktifkan Kembali Satgas BLBI, Tunggu Pejabat Baru Kemenkeu

IDXChannel – Pemerintah berencana menghidupkan lagi Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan Satgas BLBI. Mandat tim ini sebenarnya sudah berakhir pada Desember 2024 lalu. Tapi ternyata, urusan belum selesai. Masih ada aset-aset negara yang harus dikejar, yang katanya dicuri para koruptor.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bilang kalau soal pengaktifan kembali Satgas BLBI ini memang masih jadi perhatian serius pemerintah. Tapi, jangan harap semuanya bisa beres dalam waktu dekat. Soalnya, Kemenkeu lagi sibuk membereskan urusan internal dulu. Ada pergantian sejumlah pejabat yang harus ditunggu.

Menurutnya, tugas Satgas BLBI sebenarnya belum tuntas. Meskipun mandatnya sudah habis, masih banyak masalah dan aset negara yang menggantung. Makanya, dia mau menyusun ulang strategi penanganan BLBI biar ke depannya lebih sistematis dan nggak setengah-setengah.

"Satgas BLBI kan habis tahun lalu ya, Desember 2024. Jadi sudah enggak ada ini. Cuma masih ada ranahnya berkeliaran sana-sini kan," ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Di sisi lain, proses restrukturisasi saat ini memang agak tersendat. Soalnya, lagi masa transisi kepemimpinan. Ketua Satgas BLBI yang sekarang, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Rionald Silaban, sebentar lagi pensiun. Nah, ini yang bikin koordinasi antarinstansi jadi kurang greget. Susah mau ambil keputusan strategis.

"Jadi saya akan rapikan nanti bareng dengan pejabat baru," katanya.

Namun begitu, Purbaya tetap menegaskan bahwa pemerintah akan terus berusaha memulihkan aset negara yang masih punya nilai ekonomi. Tapi, nggak asal seruduk. Tindakannya bakal selektif, berdasarkan urgensi kasus. Katanya, biar nggak bikin kegaduhan yang nggak perlu di pasar.

"Kalau masih banyak uangnya (tunggakan) kita kejar. Tapi saya enggak mau cuma ribut-ribut, enggak ada duitnya," ujarnya.

Menurut Purbaya, pendekatan yang terlalu agresif tanpa dasar yang kuat malah bisa bikin panik pelaku usaha. Investor bisa kabur kalau sentimen negatifnya kebangetan.

(Rahmat Fiansyah)

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar