Di tengah ketegangan yang menyelimuti Selat Hormuz, suara dari kalangan industri energi mulai terdengar. Patrick Pouyanne, CEO TotalEnergies, punya pendapat yang cukup mengejutkan. Menurutnya, menerapkan sistem tol di selat vital itu jauh lebih masuk akal ketimbang menutupnya sama sekali.
"Jelas bahwa pembukaan kembali dan keleluasaan berlayar melalui Selat Hormuz, bahkan jika Anda harus membayar kepada siapa pun, sangat penting untuk pasar global," ujar bos raksaka minyak asal Prancis itu.
Pernyataannya disampaikan di Washington, dalam sebuah acara sampingan saat Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia berlangsung. Latar belakangnya memang rumit. Perang di Timur Tengah yang berkecamuk sejak akhir Februari telah melumpuhkan sebagian besar lalu lintas di selat tersebut. Padahal, sekitar seperlima minyak dan gas dunia biasanya melewati jalur sempit ini.
Belum reda masalah itu, Presiden AS Donald Trump pada Senin lalu menambah daftar rintangan. Ia memerintahkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah ini, tentu saja, semakin mempersulit kapal-kapal untuk melintas.
Artikel Terkait
Frans Putros Diperkirakan Terima Gaji Rp506 Juta per Bulan di Persib
Imigrasi Bentuk Satgas Khusus dan Petugas Desa untuk Awasi WNA di Bali
Kemhan Tegaskan Usulan Akses Udara AS Masih dalam Tahap Kajian
IMF Peringatkan Resesi Global Ancam Ekonomi Dunia Akibat Perang Iran