Pernyataan Dubes ini menyoroti nasib dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan. Keduanya adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang seharusnya mengangkut minyak dan gas untuk kebutuhan dalam negeri.
Di sisi lain, upaya pemerintah Indonesia untuk membebaskan kapal-kapal itu terus berjalan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku komunikasi masih intens dilakukan.
"Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Dari sisi perusahaan, Vega Pita selaku Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) juga memberikan konfirmasi. Pihaknya, bersama Kementerian Luar Negeri, terus memantau perkembangan situasi tanpa henti.
"Bersama dengan Kemlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," jelas Vega.
Jadi, sekarang semua mata tertuju pada proses negosiasi yang berlangsung. Keamanan pasokan energi dalam negeri, tentu saja, menjadi taruhannya.
Artikel Terkait
Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus USD8,45 Miliar di Awal 2026
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal