KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40

- Minggu, 12 April 2026 | 04:30 WIB
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40

PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah bersiap. Menyambut rencana pemerintah meluncurkan B50 pada Juli mendatang, mereka mengaku tak ada masalah. Bagaimana tidak? Seluruh armada lokomotif mereka saat ini sudah terbiasa dengan B40. Jadi, transisi ke campuran biodiesel 50% itu dipandang sebagai langkah wajar yang tinggal menunggu waktu.

Sejak Februari 2025 lalu, KAI sebenarnya sudah full menggunakan B40. Itu hasil dari uji coba panjang yang dimulai sejak pertengahan tahun sebelumnya, Juli 2024. Pemanfaatan bahan bakar nabati ini bukan tanpa alasan. Di satu sisi, ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Kementerian ESDM. Di sisi lain, dampaknya langsung terasa: operasional kereta jadi lebih bersih, emisi berkurang, dan klaim sebagai transportasi ramah lingkungan kian kuat.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menegaskan komitmen perusahaan sebagai mitra mobilitas hijau.

"Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan," ujarnya dalam sebuah keterangan, Sabtu lalu.

Nah, terkait B50, antusiasme KAI terlihat jelas. Mereka menyatakan siap mendukung penuh langkah Kementerian ESDM itu. Strategi pemerintah mendorong bahan bakar nabati ini memang bagian dari upaya besar menuju kemandirian energi dan target Net Zero Emission 2060. Tapi, tentu saja, semangat harus diimbangi kehati-hatian.

Mengingat keselamatan adalah harga mati, KAI memastikan semua lokomotif dan genset yang akan pakai B50 harus lulus uji teknis ketat dulu. Baru setelah itu bisa melayani penumpang.

"Kami sangat mendukung rencana transisi ke B50 yang tengah digarap oleh Kementerian ESDM," tambah Anne.

Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan yang semakin maju ini membuat peran kereta api makin strategis. Bukan cuma soal mengangkut orang dan barang, tapi juga menjaga alam agar tetap lestari untuk warisan anak cucu nanti.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar