PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah bersiap. Menyambut rencana pemerintah meluncurkan B50 pada Juli mendatang, mereka mengaku tak ada masalah. Bagaimana tidak? Seluruh armada lokomotif mereka saat ini sudah terbiasa dengan B40. Jadi, transisi ke campuran biodiesel 50% itu dipandang sebagai langkah wajar yang tinggal menunggu waktu.
Sejak Februari 2025 lalu, KAI sebenarnya sudah full menggunakan B40. Itu hasil dari uji coba panjang yang dimulai sejak pertengahan tahun sebelumnya, Juli 2024. Pemanfaatan bahan bakar nabati ini bukan tanpa alasan. Di satu sisi, ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Kementerian ESDM. Di sisi lain, dampaknya langsung terasa: operasional kereta jadi lebih bersih, emisi berkurang, dan klaim sebagai transportasi ramah lingkungan kian kuat.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menegaskan komitmen perusahaan sebagai mitra mobilitas hijau.
"Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan," ujarnya dalam sebuah keterangan, Sabtu lalu.
Artikel Terkait
Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus USD8,45 Miliar di Awal 2026
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal
Canva Akuisisi Dua Startup untuk Perkuat AI dan Otomatisasi Pemasaran