Pemerintah lagi-lagi menyoroti potensi besar transaksi pakai mata uang lokal. Ini bukan wacana baru, tapi momentumnya kini makin kuat, apalagi melihat mayoritas mitra dagang kita bukan negara ber mata uang dolar. Kalau dioptimalkan, skema ini bisa bawa nilai tambah signifikan buat perdagangan internasional Indonesia.
Di sisi lain, angka-angka yang dirilis teranyar memang cukup menggembirakan. Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, mencatat adanya peningkatan yang konsisten. Pada Januari hingga Februari 2026 saja, nilai transaksi local currency transaction (LCT) sudah menyentuh angka sekitar USD8,45 miliar. Bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya USD3,21 miliar. Lonjakannya terlihat jelas.
“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan pada akhirnya mengurangi volatilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,”
ujar Ferry dalam keterangan resmi akhir pekan lalu.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT Kasus Pemerasan
Polisi Lampung Gerebek Tiga Gudang Solar Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp160 Miliar
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka Pemerasan Rp2,7 Miliar ke OPD
Harga BBM Pertamina April 2026 Tak Berubah, Ikuti Kebijakan Pemerintah