Pil Pahit Juara Bertahan: Indonesia Tersingkir Meski Menang di Laga Pamungkas

- Minggu, 14 Desember 2025 | 03:40 WIB
Pil Pahit Juara Bertahan: Indonesia Tersingkir Meski Menang di Laga Pamungkas

Media Vietnam, Soha.vn, tak ketinggalan memberi komentar soal nasib Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025. Bagi mereka, ini adalah pil pahit yang benar-benar harus ditelan sang juara bertahan. Sungguh sebuah akhir yang mengecewakan.

Memang, pada laga terakhir Grup C di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Garuda Muda menunjukkan gigi. Mereka menang 3-1 atas Myanmar, Jumat malam lalu. Sayangnya, kemenangan itu ternyata tak cukup. Hasil bagus itu seperti tak ada artinya karena mereka tetap terhenti.

Alasannya sederhana tapi menyakitkan: kalah produktivitas gol. Poin Indonesia dan Malaysia sama-sama tiga, tapi perhitungan selanjutnya memihak Harimau Malaya. Akhirnya, Malaysia yang maju ke semifinal sebagai runner-up terbaik.

Ini jadi catatan buruk. Sejak 2009, ini pertama kalinya Indonesia gagal melangkah ke babak empat besar SEA Games. Bayangkan, rekor impresif selama 14 tahun hancur berantakan di Thailand. Padahal, skuad kali ini dianggap kuat, bahkan diperkuat empat pemain naturalisasi. Namun begitu, semua itu tak menjamin apa-apa.

Soha VN sendiri menyoroti kegagalan ini dengan nada miris. Bagaimana tidak, juara bertahan harus pulang lebih awal.

"Meskipun melakukan comeback yang kuat di menit-menit terakhir, Timnas Indonesia U-22, di bawah asuhan pelatih Indonesia, tidak mampu membalikkan keadaan dan harus menerima kekalahan di SEA Games 2025 di babak grup," tulis mereka.
"Ini pil pahit yang harus ditelan oleh Timnas Indonesia U-22, mengingat mereka adalah juara di SEA Games sebelumnya!" sambung laporan tersebut.

Di sisi lain, tanggung jawab atas kegagalan ini diakui sepenuhnya oleh sang pelatih, Indra Sjafri. Usai laga, pria asal Sumatera Barat itu tak cari-cari alasan.

"Kita enggak lolos grup, secara teknis orang yang paling bertanggung jawab adalah saya,” ujarnya.
“Jadi, saya mohon maaf, semua masyarakat Indonesia dan secara teknis saya ulangi lagi. Ini tanggung jawab saya," tandas Indra dengan tegas.

Jadi, itulah ceritanya. Sebuah kemenangan di pertandingan terakhir, tapi justru menjadi penutup perjalanan. Rasanya pasti getir.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler