tambah Rohan, menggambarkan kesamaan kondisi yang justru menjadi pertimbangan teknis.
Sebelumnya, Danantara sudah menetapkan delapan pemenang proyek PSEL. Hasilnya? Enam di antaranya berasal dari China. Dua lainnya dari Prancis dan Jepang.
Dari China, perusahaan yang terpilih antara lain Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd, Wangneng Environment Co., Ltd, dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd. Lalu ada SUS Indonesia Holding Limited, China Conch Venture Holding Limited, serta PT Jinjiang Environment Indonesia.
Sementara untuk dua slot lainnya, diisi oleh Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd asal Prancis dan Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering dari Jepang.
Pilihan ini jelas menimbulkan diskusi. Tapi bagi Danantara, kemiripan karakter sampah dan pengalaman lapangan menjadi pertimbangan yang tak bisa diabaikan. Mereka butuh teknologi yang bisa langsung nyambung dengan realita di lapangan, bukan sekadar teori.
Artikel Terkait
Arab Saudi Resmi Tutup Visa Haji Furoda untuk Tahun 2026
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions